Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kedungbanteng secara resmi melepas kontingen terbaiknya untuk mengikuti Kegiatan Bakti Bina Pramuka (KBBP) Kwarcab Banyumas 2026. Kontingen yang diberangkatkan berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Marsudi Karya Beji, dalam sebuah acara pelepasan yang berlangsung khidmat di Kedungbanteng, Banyumas.
Kegiatan bakti masyarakat tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu, 4 hingga 6 September 2026, bertempat di Desa Silado, Kecamatan Sumbang. Ajang berkala ini dirancang sebagai wadah nyata penerapan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, tidak sekadar berkumpul, melainkan untuk mengabdi langsung kepada masyarakat.
Ketua Kwarran Kedungbanteng, Supriyati, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga nama baik organisasi selama berinteraksi dengan warga lokal. Ia meminta seluruh anggota kontingen untuk menjadikan KBBP sebagai sarana menimba ilmu, memperluas jejaring persaudaraan, dan membuktikan kapasitas bakti Pramuka Kedungbanteng di tingkat kabupaten. Menurutnya, keberhasilan utusan tidak diukur dari banyaknya penghargaan, melainkan dari dampak positif yang dirasakan warga.
“Berangkatlah dengan keyakinan, ikuti seluruh kegiatan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Jangan hanya mengejar hasil, tetapi jadikan setiap proses sebagai pengalaman untuk belajar dan mengabdi. Jaga kekompakan, nama baik Kwarran Kedungbanteng, dan tunjukkan karakter Pramuka dalam setiap langkah,” pesan Supriyati. Ia juga menambahkan bahwa soliditas internal dan komunikasi antaranggota menjadi kunci keberhasilan di lokasi bakti.
Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) PKBM Marsudi Karya Beji, Suntoro, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada organisasinya. Ia menilai keikutsertaan peserta didik PKBM dalam KBBP merupakan media efektif untuk melatih kemandirian dan kepekaan sosial. “Kami merasa bangga sekaligus memiliki tanggung jawab untuk membawa nama PKBM Marsudi Karya dan Kwarran Kedungbanteng. Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman berharga,” ujarnya. Suntoro juga mengingatkan para peserta agar tetap memelihara mentalitas pantang menyerah saat menghadapi tantangan di lapangan.
Dukungan moral juga datang dari Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kedungbanteng yang diwakili Anas Saeful Bahtiar. Dalam orasinya, ia mendorong peserta untuk tidak memandang KBBP sebagai rutinitas formalitas, melainkan panggung pembuktian janji Pramuka. Menurutnya, esensi tertinggi gerakan kepramukaan terletak pada ketulusan hadir mengulurkan tangan bagi masyarakat. “Janji Pramuka harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.
Pelepasan kontingen ini menjadi langkah krusial untuk memantapkan kesiapan mental, fisik, dan keterampilan teknis para peserta sebelum terjun ke lapangan. Seluruh jajaran pengurus optimistis kontingen Kedungbanteng mampu menjaga kekompakan dan membawa semangat kepramukaan tinggi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi warga Desa Silado selama tiga hari pelaksanaan KBBP 2026.




