• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Wednesday, November 4, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Wisuda Ke-79 UMP, Mamaudou Sangare Serukan Pelestarian Bahasa Ngapak

by reporter
October 3, 2026
in Daerah
0

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar prosesi wisuda ke-79. Dalam momen kelulusan tersebut, Mamaudou Sangare menyampaikan pernyataan yang menonjol soal pelestarian bahasa daerah. “Nyong arep membudayakan bahasa Ngapak,” ujarnya dalam acara itu.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan pada rangkaian wisuda ke-79 UMP. Kalimat yang disampaikan Mamaudou Sangare itu secara harfiah menggambarkan keinginan untuk menjadikan bahasa Ngapak sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar bahasa yang dipakai di lingkungan tertentu saja.

Bahasa Ngapak merupakan salah satu ragam dialek bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang di wilayah barat Jawa Tengah, terutama di kawasan Banyumas dan sekitarnya. Ciri khasnya terletak pada pengucapan vokal dan konsonan yang berbeda dari dialek Jawa Mataraman, sehingga sering terdengar khas dan mudah dikenali. Kata “nyong” yang berarti saya atau aku, serta “arep” yang berarti ingin atau akan, merupakan bagian dari kosakata yang akrab dalam percakapan sehari-hari penutur Ngapak.

UMP sendiri berlokasi di Purwokerto, Banyumas, wilayah yang menjadi salah satu pusat penggunaan bahasa Ngapak. Karena itu, lingkungan kampus dan kota tempat kampus itu berdiri lekat dengan penggunaan dialek tersebut dalam pergaulan warga maupun mahasiswa. Wisuda ke-79 menjadi ruang bagi lulusan untuk menyuarakan kembali pentingnya bahasa daerah di tengah arus penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing.

Upaya membudayakan bahasa Ngapak umumnya dilakukan melalui percakapan sehari-hari, kesenian tradisional, hingga konten digital yang dibuat anak muda. Langkah semacam ini dipandang sebagai cara menjaga agar sebuah dialek tidak kehilangan penutur, terutama di kalangan generasi muda yang tumbuh dengan paparan bahasa yang beragam.

Pernyataan Mamaudou Sangare pada wisuda ke-79 UMP menegaskan bahwa kelulusan bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga soal identitas dan kedekatan dengan akar budaya tempat seseorang menempuh pendidikan. Seruan itu sekaligus mengingatkan bahwa bahasa daerah dapat terus hidup selama penuturnya memilih untuk memakainya.

Previous Post

21 Anggota Baru Saka Bakti Husada Puskesmas Kedungbanteng Resmi Dilantik

Next Post

Wisudawan UMP Purwokerto Kevin Duta Justisia Meninggal Dunia Sebelum Prosesi Wisuda

reporter

reporter

Next Post

Wisudawan UMP Purwokerto Kevin Duta Justisia Meninggal Dunia Sebelum Prosesi Wisuda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.