• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Wednesday, November 4, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

PHK di Jawa Tengah Masih Berlanjut, Buruh Usia 40 Tahun Hadapi Dilema

by reporter
September 10, 2026
in Daerah
0

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Tengah masih terus berlanjut, menimbulkan dilema bagi buruh yang berusia kepala empat atau sekitar 40 tahun. Mereka menghadapi kesulitan besar untuk kembali mendapatkan pekerjaan di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat.

Banyak perusahaan di Jawa Tengah, terutama di sektor manufaktur dan tekstil, melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan. Pekerja senior sering menjadi sasaran utama PHK karena dianggap memiliki produktivitas yang menurun, sementara gaji yang diterima lebih tinggi dibandingkan pekerja muda. Hal ini membuat mereka rentan terkena pemutusan hubungan kerja saat perusahaan melakukan restrukturisasi.

Bagi buruh berusia 40 tahun, mencari pekerjaan baru bukan perkara mudah. Mereka harus bersaing dengan lulusan baru yang lebih muda, lebih energik, dan memiliki keterampilan teknologi yang lebih mutakhir. Selain itu, banyak perusahaan yang mensyaratkan usia maksimal 35 tahun untuk lowongan tertentu, sehingga peluang mereka semakin sempit.

Dilema ini diperparah dengan tanggung jawab keluarga yang harus ditanggung. Sebagian besar buruh usia kepala empat adalah tulang punggung keluarga dengan anak yang masih sekolah dan kebutuhan hidup yang terus meningkat. Ketika terkena PHK, mereka tidak hanya kehilangan penghasilan, tetapi juga jaminan kesehatan dan masa depan anak-anak mereka.

Kondisi ini memaksa banyak buruh untuk beralih ke sektor informal, seperti menjadi pedagang atau pekerja serabutan, yang pendapatannya tidak menentu dan tanpa perlindungan sosial. Beberapa di antaranya bahkan harus merelakan keterampilan yang dimiliki untuk bekerja di luar bidang keahliannya demi menyambung hidup.

Serikat pekerja di Jawa Tengah mendesak pemerintah dan pengusaha untuk memberikan solusi nyata, seperti program pelatihan ulang (reskilling) dan upskilling bagi pekerja terdampak PHK. Mereka juga meminta adanya perpanjangan masa tunjangan pengangguran serta kemudahan akses modal bagi buruh yang ingin berwirausaha.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi penempatan kerja kembali dan menciptakan iklim investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Tanpa langkah konkret, gelombang PHK ini akan terus menjadi momok bagi buruh usia 40 tahun yang masih ingin berkarya dan menghidupi keluarganya.

Previous Post

Mendag: Produk Asing Kuasai Pasar RI Berkat Iklan dan Modal Besar

Next Post

Kebakaran Lahan 0,4 Hektare di Karanggayam Berhasil Dipadamkan

reporter

reporter

Next Post

Kebakaran Lahan 0,4 Hektare di Karanggayam Berhasil Dipadamkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.