Jakarta — Mayjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan tersebut menandai pergantian kepemimpinan di lembaga yang bertugas mengoordinasikan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.
Kristomei Sianturi merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan pangkat mayor jenderal. Penunjukannya sebagai Kepala BNPB menempatkannya pada posisi yang bertanggung jawab merumuskan sekaligus mengoordinasikan kebijakan penanggulangan bencana, mulai dari tahap prabencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana.
BNPB adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008. Lembaga ini berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden, dengan tugas utama memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan.
Dalam menjalankan tugasnya, Kepala BNPB berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh wilayah Indonesia. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci karena penanganan bencana melibatkan banyak pihak, mulai dari pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan terdampak.
Kepala BNPB juga berperan sebagai penanggung jawab harian dalam penanganan darurat bencana, termasuk ketika status keadaan darurat ditetapkan. Karena itu, kepemimpinan di lembaga ini dinilai menentukan kecepatan respons negara terhadap peristiwa bencana yang datangnya sering kali sulit diprediksi.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, baik bencana geologis seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, maupun bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Kondisi geografis yang berada di kawasan cincin api serta diapit dua samudra menjadikan kesiapsiagaan dan mitigasi sebagai agenda yang berjalan terus-menerus.
Dengan dilantiknya Kristomei Sianturi, kepemimpinan baru di BNPB diharapkan melanjutkan agenda penguatan kapasitas penanggulangan bencana, mulai dari penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, hingga pembenahan tata kelola penanganan bencana di tingkat pusat dan daerah.




