Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungbanteng menggelar uji kelayakan berupa sesi wawancara bagi 706 calon Pramuka Garuda. Kegiatan ini menjadi filter akhir untuk menentukan kelayakan seorang anggota Pramuka menyandang predikat Garuda, yakni jenjang kecakapan tertinggi dalam kepramukaan. Rangkaian acara diawali dengan upacara pembukaan formal yang dipimpin Camat Kedungbanteng selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kak Didit Hermawan, S.Sos.
Dalam proses pengujian, penilaian difokuskan pada pengujian integritas, kemandirian, pemahaman kepemimpinan, hingga portofolio rekam jejak pengabdian sosial peserta di pangkalan sekolah masing-masing. Pembinaan terstruktur yang melibatkan ratusan peserta didik ini disebut mengonfirmasi komitmen kuat pengurus Kwarran Kedungbanteng dalam mencetak profil generasi muda yang tangguh.
Dalam amanatnya, Kak Didit Hermawan, S.Sos. menguraikan pentingnya menjaga kejujuran dan rasa percaya diri selama mengikuti seluruh tahapan evaluasi. Ia menjelaskan bahwa esensi utama dari pencapaian predikat Pramuka Garuda terletak pada kesiapan individu untuk mendedikasikan potensi diri dan memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar.
“Jadilah Pramuka yang tidak hanya hebat dalam keterampilan, tetapi juga baik dalam perilaku. Tunjukkan bahwa kalian pantas menjadi Pramuka Garuda melalui kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama. Lencana yang kalian raih hendaknya menjadi pengingat untuk terus berbuat baik dan memberikan teladan di mana pun berada,” tegas Kak Didit Hermawan, S.Sos, saat memberikan arahan di hadapan ratusan peserta.
Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan pembentukan karakter anak membutuhkan sinergi yang berkelanjutan antara pendidik di sekolah, pembina di gugus depan, dan lingkungan keluarga. Peran aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak dinilai menjadi kunci utama agar nilai-nilai kebaikan yang diuji dalam proses kepramukaan dapat terinternalisasi secara permanen hingga anak tumbuh dewasa.
Sementara itu, Ketua Kwarran Kedungbanteng, Kak Supriyati, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pembina yang berhasil membimbing 706 peserta hingga mencapai tahapan seleksi puncak. Ia membeberkan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari keberhasilan tata kelola pembinaan kesiswaan yang terukur di wilayah Kedungbanteng. Namun, ia mengingatkan agar predikat tertinggi tersebut tidak menjadikan para anggota muda jumawa atau cepat merasa puas.
“Adik-adik, kalian yang hari ini mengikuti wawancara calon Pramuka Garuda adalah anak-anak hebat yang telah berusaha melalui proses pembinaan dan latihan. Namun, ingatlah bahwa Pramuka Garuda bukan hanya tentang lencana yang disematkan di seragam. Pramuka Garuda adalah tentang karakter, keteladanan, dan pengabdian yang harus kalian buktikan melalui perbuatan nyata,” tutur Kak Supriyati, S.Pd.
Secara sosiologis dan edukatif, masifnya jumlah peserta yang mencapai tahapan calon Pramuka Garuda di Kedungbanteng menunjukkan tren positif dalam pembinaan kepemudaan berbasis komunitas. Keterlibatan ratusan generasi muda dalam aktivitas terstruktur ini menjadi benteng pencegahan yang efektif terhadap ancaman kenakalan remaja, penurunan moralitas, dan ketimpangan interaksi sosial di era modern. Penguatan karakter peserta didik melalui jalur kesiswaan ekstrakurikuler dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas tantangan zaman digital saat ini.
Standar tinggi yang diterapkan dalam seleksi Pramuka Garuda dirancang agar gelar yang didapat tidak sekadar berhenti pada atribut simbolis. Melalui mekanisme evaluasi yang komprehensif, para calon lulusan diharapkan mampu bertransformasi menjadi role model sosial yang tanggap terhadap persoalan lingkungan, patuh pada etika, serta konsisten menunjukkan perilaku terpuji. Melalui penyelenggaraan uji kelayakan wawancara ini, Kwarran Kedungbanteng membuktikan bahwa pendidikan karakter berbasis kepramukaan tetap relevan dan berdaya guna tinggi. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang diuji bukan sekadar hafalan teoritis, melainkan komitmen hidup yang harus terus dipraktikkan, dengan harapan lahir deretan Pramuka Garuda yang siap memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.




