Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji menargetkan sektor industri menjadi salah satu penggerak utama agar laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Target tersebut menjadi arah kerja Kementerian Perindustrian dalam mendorong kinerja sektor manufaktur ke depan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Dalam pemberitaan yang dimuat pada kanal Ekonomi tersebut, industri ditempatkan sebagai motor penggerak yang diharapkan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi nasional menuju level 6 persen pada 2027. Sektor manufaktur selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, sehingga kinerjanya menjadi perhatian dalam setiap perencanaan pembangunan ekonomi.
Target pertumbuhan ekonomi 6 persen merupakan sasaran yang cukup tinggi bagi Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi nasional bergerak di kisaran 5 persen. Karena itu, upaya mendorong sektor industri dinilai menjadi salah satu kunci untuk menaikkan capaian tersebut, mengingat manufaktur memiliki keterkaitan luas dengan sektor lain, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga ekspor.
Kementerian Perindustrian memiliki peran dalam pembinaan dan pengembangan sektor industri, termasuk industri pengolahan nonmigas. Kebijakan yang menyangkut iklim usaha, investasi, dan daya saing produk dalam negeri berada dalam lingkup kerja kementerian ini. Dengan posisi tersebut, arah kebijakan Menperin Sarmuji menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan.
Pemberitaan mengenai target ini disiarkan CNN Indonesia pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB. Hingga berita ini ditulis, rincian lebih lanjut mengenai program, kebijakan, maupun langkah konkret Kementerian Perindustrian untuk mencapai sasaran tersebut belum dijelaskan dalam materi yang tersedia.
Yang jelas, arah yang ditekankan adalah menjadikan industri sebagai penggerak utama pertumbuhan. Dengan demikian, capaian sektor manufaktur akan menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan target ekonomi 6 persen pada 2027.




