Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) di lingkungan Polri. Rotasi besar-besaran ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 dan mencakup sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kabareskrim, Irwasum, hingga Kadivpropam. Selain itu, Kapolri juga mengganti 19 Kapolda dan 2 Wakapolda.
Dalam surat telegram tersebut, Suyudi menunjuk Irjen Pol Asep Safrudin untuk menempati jabatan Kabareskrim. Sementara itu, Komjen Pol Asep Edi Suheri ditugaskan sebagai Irwasum Polri. Posisi Kabaharkam dipercayakan kepada Irjen Pol Hery Herjawan, sedangkan Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti mendapat penugasan baru sebagai Kabaintelkam Polri dan Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat Polri.
Rotasi juga menyentuh sejumlah jabatan di tingkat divisi. Kapolri menempatkan Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam Polri, Irjen Pol Roberto G. M. Pasaribu sebagai Kadiv TIK Polri, Irjen Pol Ahrie Sonta sebagai Kadivkum Polri, serta Irjen Pol Arie Ardian Rishadi sebagai Kakortastipidkor Polri. Adapun posisi Kadensus 88 Polri akan dipimpin Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani, dan Kombes Pol Didik Hariyanto ditunjuk sebagai Koorspripim Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel. Menurutnya, rotasi jabatan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi dan menjadi bagian dari pembinaan karier serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Johnny menambahkan, para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program serta pelaksanaan tugas di satuan masing-masing. Ia menekankan bahwa setiap personel yang menerima jabatan baru harus mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain pergantian sejumlah jabatan strategis dan wilayah, mutasi ini juga mencakup kenaikan tingkat kepangkatan bagi 21 personel serta penyesuaian jenjang jabatan bagi sejumlah Pati dan Pamen lainnya. Dengan cakupan yang luas, mutasi ini menjadi salah satu rotasi terbesar di tubuh Polri pada periode tersebut dan menyentuh hampir seluruh lini organisasi, dari fungsi penyidikan, pengawasan internal, hingga pembinaan sumber daya manusia.




