Seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi korban program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mengalami dugaan hilang ingatan. Namun, hasil pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) menunjukkan kondisi normal, sehingga belum dapat dipastikan penyebab gangguan tersebut.
Informasi ini disampaikan dalam pemberitaan CNN Indonesia pada Jumat, 11 September 2026, pukul 05.45 WIB. Pemeriksaan EEG dilakukan sebagai bagian dari investigasi medis untuk mengetahui adanya kelainan aktivitas listrik otak yang mungkin berkaitan dengan gejala hilang ingatan yang dialami siswi tersebut.
EEG adalah prosedur medis yang merekam aktivitas listrik otak melalui elektroda yang dipasang di kulit kepala. Hasil yang normal menunjukkan tidak adanya kelainan seperti epilepsi, tumor, atau gangguan struktural lainnya. Meski demikian, hasil normal tidak sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan gangguan psikologis atau neurologis yang tidak terdeteksi melalui pemeriksaan ini.
Dugaan hilang ingatan ini pertama kali mencuat setelah siswi tersebut mengonsumsi makanan dari program MBG yang diselenggarakan di sekolahnya. Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan asupan bergizi kepada siswa guna meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar. Namun, kasus ini memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat tentang keamanan pangan yang disediakan.
Pihak berwenang, termasuk dinas kesehatan setempat, dikabarkan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti dari gejala yang dialami siswi tersebut. Sementara itu, keluarga korban berharap agar kondisi anaknya segera membaik dan meminta transparansi dalam proses investigasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kesehatan anak dan program pemerintah yang tengah berjalan. Beberapa pihak menilai perlu adanya pengawasan ketat terhadap distribusi dan kualitas makanan dalam program MBG, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Karo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak rumah sakit maupun instansi terkait. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan yang lebih komprehensif untuk memastikan penanganan yang tepat bagi siswi tersebut.




