• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Tuesday, November 3, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

CEO Krealogi: Program Keberlanjutan Sering Gagal Akibat Terlalu Fokus pada Angka

by reporter
August 7, 2026
in Ekonomi
0

CEO perusahaan teknologi logistik Krealogi menyatakan bahwa banyak program keberlanjutan di Indonesia gagal karena terlalu mengejar target angka tanpa memperhatikan dampak jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah kesempatan yang dilaporkan CNN Indonesia pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut CEO Krealogi, pendekatan yang terlalu berorientasi pada metrik kuantitatif sering kali mengabaikan aspek kualitatif dan keberlanjutan sosial. Banyak perusahaan menetapkan indikator kinerja utama (KPI) yang ketat, seperti pengurangan emisi karbon atau penggunaan bahan daur ulang, namun tidak diimbangi dengan strategi implementasi yang matang.

“Kejar angka membuat program kehilangan esensi. Akhirnya, inisiatif hanya berjalan di atas kertas, tidak menyentuh akar masalah,” ujarnya. Ia mencontohkan program pengelolaan limbah yang hanya berfokus pada tonase daur ulang, tetapi tidak memperhatikan edukasi pekerja atau infrastruktur pendukung.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya aspek environmental, social, and governance (ESG) di kalangan korporasi Indonesia. Banyak perusahaan berlomba-lomba melaporkan capaian keberlanjutan, namun sebagian di antaranya dianggap hanya sebagai gimik pemasaran atau greenwashing.

Krealogi sendiri merupakan startup yang bergerak di bidang logistik dan rantai pasok. Perusahaan ini mengklaim telah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya, mulai dari optimalisasi rute pengiriman hingga penggunaan kemasan ramah lingkungan. CEO Krealogi menekankan bahwa keberhasilan program keberlanjutan harus diukur dari perubahan perilaku dan dampak sosial, bukan sekadar angka.

Pakar keberlanjutan dari Universitas Indonesia, yang tidak disebutkan namanya, menilai pernyataan CEO Krealogi relevan dengan kondisi di lapangan. Ia mengatakan bahwa banyak program gagal karena tidak melibatkan pemangku kepentingan secara menyeluruh dan hanya berfokus pada laporan tahunan. “Angka penting, tapi bukan segalanya. Yang lebih krusial adalah bagaimana program itu dijalankan dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, CEO Krealogi berharap perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat mengubah paradigma dari sekadar memenuhi target menjadi membangun ekosistem keberlanjutan yang inklusif. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas lokal menjadi kunci agar program keberlanjutan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Previous Post

Bapanas Investigasi Mahalnya Harga Beras Fortifikasi

Next Post

Zulhas Targetkan Dapur MBG di Daerah 3T Rampung Pekan Ini

reporter

reporter

Next Post

Zulhas Targetkan Dapur MBG di Daerah 3T Rampung Pekan Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.