Jakarta, 23 September 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) mengajukan permintaan dana tambahan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 60 sekolah rakyat. Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang membahas rencana pembangunan infrastruktur pendidikan di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PU memaparkan kebutuhan anggaran yang lebih besar untuk merealisasikan pembangunan 60 sekolah rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Dana tambahan tersebut diperlukan untuk menutupi biaya konstruksi, pengadaan lahan, serta fasilitas pendukung lainnya. Menteri PU menegaskan bahwa proyek ini merupakan prioritas nasional yang harus segera diwujudkan.
Sekolah rakyat sendiri merupakan program unggulan pemerintah yang dirancang untuk memberikan pendidikan berkualitas gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kehadiran 60 sekolah baru akan memperkuat jaringan sekolah rakyat yang telah berjalan di sejumlah wilayah.
Menteri PU juga menyoroti pentingnya dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan lembaga terkait untuk mempercepat proses pencairan dana. Ia optimistis dengan persetujuan Presiden, pembangunan dapat segera dimulai pada tahun anggaran berikutnya. Proyek ini akan melibatkan kontraktor lokal dan memanfaatkan material dalam negeri untuk mendorong perekonomian daerah.
Presiden Prabowo diharapkan memberikan respons positif terhadap usulan tersebut, mengingat komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan. Jika disetujui, pembangunan 60 sekolah rakyat akan menjadi salah satu proyek infrastruktur sosial terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat pun menantikan realisasi program ini agar anak-anak di pelosok negeri dapat merasakan pendidikan yang layak.




