Jakarta – Harga telur dan ayam di pasaran mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan peternak yang mengancam akan menggelar aksi demonstrasi di Istana Presiden. Ancaman tersebut disampaikan menyusul adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum mampu menstabilkan harga komoditas unggas.
Menurut laporan yang beredar, para peternak mengeluhkan anjloknya harga jual telur dan ayam di tingkat peternak. Penurunan ini terjadi meskipun pemerintah tengah gencar menjalankan program MBG yang seharusnya meningkatkan permintaan terhadap produk peternakan. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan harga yang terus tertekan.
Ketua salah satu asosiasi peternak, yang namanya tidak disebutkan dalam sumber, menyatakan bahwa harga telur di tingkat peternak saat ini jauh di bawah biaya produksi. “Kami rugi besar. Harga pakan masih tinggi, sementara harga jual jatuh. Program MBG belum berdampak signifikan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa jika tidak ada solusi cepat, ribuan peternak siap turun ke jalan.
Ancaman demo ke Istana Presiden menjadi puncak kekesalan peternak. Mereka menilai pemerintah belum serius menangani masalah ini. Beberapa peternak bahkan menyebutkan bahwa program MBG justru membuat pasar semakin tidak menentu karena distribusi yang tidak merata. “Kami minta Presiden turun tangan. Jangan biarkan peternak kecil bangkrut,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Kementerian Pertanian terkait ancaman tersebut. Namun, situasi ini menjadi perhatian serius mengingat sektor peternakan merupakan salah satu penyokong ketahanan pangan nasional.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa penurunan harga telur dan ayam bisa disebabkan oleh kelebihan pasokan di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih. Program MBG yang menyasar anak sekolah dan ibu hamil memang meningkatkan konsumsi, tetapi belum cukup untuk menyerap produksi peternak skala kecil dan menengah.
Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, seperti menyerap hasil produksi melalui Bulog atau memberikan subsidi pakan. Jika tidak, aksi demonstrasi besar-besaran di depan Istana Presiden dipastikan akan terjadi dalam waktu dekat.



