Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa belanja penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026 memberikan kontribusi sebesar Rp8,8 triliun terhadap perekonomian Indonesia. Angka tersebut mencerminkan dampak ekonomi yang signifikan dari kegiatan tahunan yang melibatkan jutaan jemaah dan rantai pasok yang luas.
Menurut data BPS yang dirilis pada Kamis (6/8/2026), kontribusi tersebut berasal dari berbagai sektor yang terkait langsung dengan proses keberangkatan, selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Belanja ini mencakup biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, serta layanan lainnya yang dinikmati oleh para jemaah dan pihak penyelenggara.
Kepala BPS dalam pernyataannya menjelaskan bahwa multiplier effect dari belanja haji sangat terasa, terutama di sektor transportasi udara, perhotelan, dan kuliner. Tidak hanya itu, sektor keuangan dan asuransi juga turut menikmati dampak dari transaksi yang terjadi selama musim haji berlangsung.
Belanja haji setiap tahunnya menjadi salah satu penyumbang konsumsi rumah tangga yang cukup besar, khususnya pada kuartal kedua dan ketiga. Pada tahun 2026, jumlah jemaah haji Indonesia diperkirakan kembali normal setelah beberapa tahun mengalami pembatasan akibat pandemi global. Hal ini turut mendorong peningkatan belanja yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kontribusi Rp8,8 triliun tersebut setara dengan sekitar 0,5 persen dari total konsumsi rumah tangga nasional pada tahun yang sama. BPS menekankan bahwa angka ini belum termasuk dampak tidak langsung seperti investasi infrastruktur dan peningkatan kapasitas layanan yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mendukung kelancaran ibadah haji.
Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji, yang secara tidak langsung juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah asal jemaah. Banyak jemaah yang melakukan persiapan keberangkatan sejak jauh-jauh hari, seperti membeli perlengkapan dan oleh-oleh, sehingga efeknya menyebar ke berbagai sektor ekonomi lokal.
Dengan kontribusi yang mencapai triliunan rupiah, sektor haji menjadi salah satu agenda tahunan yang tidak hanya penting secara spiritual, tetapi juga strategis bagi perekonomian nasional. BPS akan terus memonitor dan merilis data terkait dampak ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.



