Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan bahwa transisi menuju ekonomi hijau berpotensi membuka hingga 5 juta lapangan kerja baru di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang membahas transformasi ekonomi rendah karbon pada Kamis (6/8/2026).
Menurut Bappenas, peluang kerja tersebut akan muncul seiring dengan pergeseran dari sektor energi fosil ke energi terbarukan, serta penerapan praktik ramah lingkungan di berbagai industri. Sektor-sektor seperti energi surya, angin, bioenergi, pertanian berkelanjutan, dan pengelolaan limbah diperkirakan menjadi penyerap tenaga kerja utama.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060. Pemerintah telah menyusun peta jalan transisi energi yang mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin, serta konversi kendaraan listrik. Bappenas menilai kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Kendati demikian, transisi ekonomi hijau juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti kebutuhan investasi besar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyesuaian regulasi. Bappenas menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memastikan proses transisi berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal.
Dalam jangka panjang, lapangan kerja hijau diharapkan mampu menggantikan pekerjaan di sektor konvensional yang mulai berkurang. Pemerintah juga tengah menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi untuk tenaga kerja agar siap menghadapi perubahan ini. Bappenas optimistis bahwa dengan perencanaan yang matang, transisi ekonomi hijau akan menjadi motor baru bagi perekonomian nasional.
Para pengamat ekonomi menyambut positif proyeksi ini, namun mengingatkan perlunya kebijakan yang konsisten dan dukungan pendanaan dari mitra internasional. Mereka menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam energi terbarukan, terutama tenaga surya dan panas bumi, yang bisa menjadi basis penciptaan lapangan kerja hijau.
Dengan target 5 juta lapangan kerja baru, transisi ekonomi hijau diharapkan tidak hanya menjawab tantangan perubahan iklim, tetapi juga mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bappenas akan terus memonitor perkembangan implementasi kebijakan hijau di seluruh sektor.



