BANYUMAS — Sebanyak 500 guru taman kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Banyumas mengikuti seminar bertajuk “Happy Teacher Happy Learner: Menjadi Guru TK yang Menginspirasi” pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan rutin IGTKI-PGRI Kabupaten Banyumas ini bertujuan memotivasi pendidik agar lebih bahagia dan ekspresif dalam mengajar serta mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak usia dini.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Banyumas, Eli Indriastuti, S.Pd.AUD, menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam membangun suasana belajar yang positif. Menurutnya, pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga memberikan energi positif yang mendukung perkembangan anak. “Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menyalurkan energi positif kepada anak-anak,” ungkap Eli dalam sambutannya. Ia berharap seminar yang menghadirkan narasumber berkompeten tersebut dapat memberikan inspirasi sekaligus meningkatkan profesionalisme guru TK di Kabupaten Banyumas.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, S.T. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan TK merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, proses pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak usia dini. “Guru yang menginspirasi bukan guru yang banyak bicara, tetapi sering kali guru yang membuat anak merasa didengar dan dihargai,” tutur Widodo.
Ia juga mengingatkan agar pendidikan TK tidak diarahkan terlalu dini menyerupai pembelajaran sekolah dasar. Anak perlu memperoleh kesempatan bermain, berimajinasi, berbicara, menyentuh benda nyata, dan berinteraksi dengan teman sebaya sebagai bagian dari proses belajarnya. “Jangan tergesa-gesa menjadikan TK seperti Sekolah Dasar. Anak usia dini perlu bermain, perlu berbuat, perlu berimajinasi, perlu berbicara, perlu menyentuh benda nyata, perlu berinteraksi dengan teman, perlu gagal dalam hal-hal kecil. Jangan sampai keinginan orang dewasa agar anak cepat bisa justru mengambil masa kanak-kanak mereka,” pesannya.
Seminar menghadirkan Prof. Dr. Christin Whibowo, M.Si., Psikolog, dosen psikologi sekaligus penulis buku parenting. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami konsep Happy Teacher Happy Learner dan pentingnya menjaga keseimbangan diri ketika mendampingi anak usia dini. “Guru bahagia merupakan guru yang mampu menjaga makna keseimbangan dalam mendampingi anak, apalagi guru TK adalah fondasi penting pendidikan anak,” jelas Christin. Ia menjelaskan bahwa kebahagiaan guru perlu didukung keseimbangan jiwa dan raga, kehadiran emosional yang utuh, serta kemampuan menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Guru juga perlu terus mengembangkan diri, memanfaatkan gamifikasi atau unsur permainan dalam pembelajaran, menjalin kerja sama dengan orang tua, dan bersikap adaptif terhadap kebutuhan anak.
Pendekatan tersebut menempatkan kebahagiaan guru sebagai bagian dari upaya membangun interaksi positif di kelas. Dengan suasana belajar yang aman dan menyenangkan, anak diharapkan lebih berani bereksplorasi, berkomunikasi, serta mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian. Selain penguatan mental dan profesionalisme guru, seminar juga membahas arah kebijakan pendidikan anak usia dini. Materi disampaikan oleh Dwi Kustantinah, S.H., selaku Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS. Sesi tersebut memperluas pemahaman peserta mengenai kebijakan PAUD sekaligus menegaskan pentingnya keselarasan antara praktik pembelajaran dan ketentuan pendidikan yang berlaku. Kompetensi guru perlu terus diperkuat agar kegiatan belajar tidak hanya kreatif, tetapi juga sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Melalui seminar ini, IGTKI-PGRI Kabupaten Banyumas berharap para guru memperoleh bekal untuk menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif, ramah anak, dan bermakna. Dukungan keluarga, kompetensi pendidik, serta kebijakan yang berpihak pada anak menjadi unsur penting dalam membangun ekosistem pendidikan usia dini yang berkualitas. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan yang baik tidak semata-mata mengejar kemampuan akademik sejak dini. Guru yang mampu mendengarkan, menghargai, dan mendampingi anak sesuai tahap perkembangannya turut berperan dalam menumbuhkan generasi yang ceria, percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.




