Sebanyak 401 orang dilaporkan menjadi korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jumlah tersebut termasuk peserta posyandu yang turut mengonsumsi makanan yang didistribusikan melalui program tersebut.
Peristiwa ini mencuat setelah sejumlah warga mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan diare setelah menyantap makanan MBG. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati langsung bergerak cepat untuk menangani para korban.
Dari data yang dihimpun, korban tersebar di beberapa kecamatan di Pati. Sebagian besar korban adalah anak-anak dan ibu hamil yang merupakan sasaran utama program MBG. Para korban telah dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak Dinkes Pati membenarkan adanya lonjakan korban keracunan ini. Tim medis telah dikerahkan untuk memantau kondisi korban dan memastikan tidak ada yang mengalami gejala berat. Dinkes juga telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kontaminasi.
Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, puluhan orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan. Dinkes Pati terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keracunan, apakah karena makanan basi, terkontaminasi bakteri, atau faktor lainnya.
Program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah dan balita. Namun, insiden ini menjadi peringatan akan pentingnya keamanan pangan dalam distribusi makanan massal. Pihak kepolisian dan Balai POM setempat turut turun tangan untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.
Warga diimbau untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan MBG. Pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi proses pengolahan dan distribusi makanan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.




