Sebuah video yang memperlihatkan sepasang pendaki melakukan tindakan tidak senonoh di kawasan Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut tersebar luas dan memicu beragam reaksi dari warganet, mulai dari kecaman hingga keprihatinan terhadap etika pendakian di gunung yang dikenal dengan keindahan alamnya itu.
Gunung Prau merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Jawa Tengah, dengan puncak yang menawarkan pemandangan sunrise dan hamparan bukit yang memukau. Setiap tahun, ribuan pendaki dari berbagai daerah datang ke lokasi ini untuk menikmati alam. Namun, kejadian yang terekam dalam video tersebut dinilai mencoreng nama baik para pendaki dan merusak citra gunung yang selama ini dijaga kelestariannya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola atau aparat setempat mengenai identitas pasangan dalam video tersebut. Video yang beredar hanya memperlihatkan adegan yang tidak pantas di area perkemahan, tanpa disertai informasi waktu dan tanggal pasti kejadian. Warganet mendesak agar pihak berwenang segera menindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya etika dan norma yang harus dijaga oleh setiap pendaki. Aktivitas pendakian seharusnya menjadi sarana untuk menikmati alam, beribadah, dan mempererat persaudaraan, bukan untuk melakukan perbuatan yang melanggar aturan dan nilai kesopanan. Para pengelola gunung dan komunitas pendaki diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi tentang kode etik pendakian.
Sementara itu, pihak Polres Wonosobo dikabarkan mulai melakukan penyelidikan terkait penyebaran video tersebut. Mereka akan menelusuri akun yang pertama kali mengunggah serta mencoba mengidentifikasi lokasi dan waktu pengambilan gambar. Jika terbukti melanggar hukum, pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait penyebaran konten asusila.
Masyarakat diimbau untuk tidak ikut menyebarkan video tersebut karena dapat melanggar etika dan hukum. Fokus utama saat ini adalah menjaga ketertiban dan kelestarian Gunung Prau, serta memberikan efek jera kepada para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.




