• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Wednesday, September 16, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

BGN: 80-90 Persen Kasus Keracunan MBG Akibat Pelanggaran SOP

by reporter
September 3, 2026
in Nasional
0

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan bahwa 80 hingga 90 persen kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI pada Kamis (3/9/2026). Menurutnya, pelanggaran tersebut mencakup ketidakdisiplinan terkait waktu konsumsi, penyimpanan, penerimaan bahan baku, hingga pengaturan suhu makanan.

“Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown, itu 80–90 persen tuh karena tidak taat SOP,” ujar Sudaryono di hadapan Komisi IX DPR. Ia mencontohkan kasus keracunan yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai gambaran nyata pelanggaran prosedur. Hasil investigasi sementara BGN menemukan makanan yang dimasak pukul 05.00 WIB diberi batas waktu konsumsi hingga pukul 10.00 WIB, namun label penanda waktu hanya ditempel pada satu wadah saja.

“Fakta labelnya itu ternyata ada satu ini saja, sisanya enggak dikasih label,” ungkapnya. Parahnya, makanan yang telah melampaui batas aman tersebut baru dikirim ke sekolah pukul 11.40 WIB dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 12.00 WIB. “Sudah tahu jam 10.00 tidak dikonsumsi, diantar sekolah di atas jam 11.00… baru dikonsumsi sekolah jam 12.00, jam 13.00, 12.14, terus,” kata Sudaryono menjelaskan kronologi keterlambatan tersebut.

Selain keterlambatan distribusi, ketidaksesuaian kapasitas dapur dengan porsi produksi turut menjadi pemicu keracunan. Dapur berskala kecil dipaksa memproduksi makanan dalam jumlah besar sehingga memasak terlalu cepat sejak dini hari. “Intinya adalah kenapa ada keracunan? Karena ada dapur kecil dikasih yang banyak, sehingga dia adanya memasak pagi-pagi, ditaruh dulu, dia masak lagi,” tuturnya. Kondisi ini menyebabkan makanan disimpan terlalu lama sebelum akhirnya dikonsumsi siswa.

Untuk mencegah kejadian serupa, BGN mengambil sejumlah langkah perbaikan. Salah satunya mewajibkan penempelan label di seluruh wadah makanan, bukan hanya sebagian. BGN juga memperketat jadwal pengawasan serta mengevaluasi petugas secara berkala. “Yang sekarang kami lakukan, setiap jam 17.00 sore itu kami evaluasi. Kami yang tidak hadir langsung beri peringatan, kami ganti, kami tukar, kami copot,” tegas Sudaryono.

Selain itu, BGN menata ulang jam kerja pengawas dari tingkat pusat hingga daerah melalui koordinasi virtual harian. “Cara yang paling cepat caranya adalah saya, atasan saya, deputi saya, sesutama saya, eselon II saya sampai ke bawah, kita setiap jam tertentu itu kemudian kami Zoom. Dan kita absen,” jelasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan pengawasan berjalan ketat dan tidak ada celah pelanggaran SOP yang berulang.

Mengenai potensi proses hukum bagi pihak yang melanggar, Sudaryono menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Sejumlah kasus dilaporkan sudah masuk ke tahap penyidikan. “Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,” ujarnya. “Nah, apakah ada yang tersangka atau tidak, kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” tambahnya. BGN menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola program MBG agar kasus keracunan tidak terulang.

Previous Post

Video Sepasang Pendaki Mesum di Gunung Prau Wonosobo Viral

Next Post

Mendagri: Prabowo Minta Penertiban Spanduk Promosi karena Tidak Indah

reporter

reporter

Next Post

Mendagri: Prabowo Minta Penertiban Spanduk Promosi karena Tidak Indah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Radar MBG: Garis Depan Pengawasan, Fondasi Tata Kelola yang Kuat

September 16, 2026

Prabowo Minta Danantara Bantu Perpanjang LRT Jakarta hingga JIS

September 16, 2026

Keterwakilan Perempuan di DPRD Jawa Tengah Terus Menurun, Tak Tembus 30 Persen

September 16, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.