• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Saturday, September 19, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

TPQ Berbasis Masyarakat di Sokaraja Tumbuh, Santri Bertambah dari 4 menjadi 25

by reporter
August 29, 2026
in Daerah
0

Sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) berbasis masyarakat di Kedungwuluh, RT 03 RW 04, Sokaraja, Banyumas, mengalami pertumbuhan signifikan. Berawal dari hanya empat santri, kini lembaga yang digagas oleh Balqis Nur Fayza, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sekaligus peserta KKN Responsif UIN Saizu Purwokerto, sejak 18 Juli 2026 itu telah diikuti 25 santri. Perkembangan ini mencerminkan besarnya antusiasme warga terhadap pendidikan keagamaan yang hadir dari lingkungan mereka sendiri.

Gagasan pembentukan TPQ muncul dari kesulitan warga mencari tempat mengaji yang lokasinya dekat dan memiliki pola pembelajaran terstruktur bagi anak-anak. Inisiasi tersebut tidak berhenti pada sekadar membuka kegiatan mengaji, tetapi diarahkan menjadi lembaga dengan metode pembelajaran, rancangan kurikulum, serta kegiatan yang lebih terarah. Anak-anak usia dini hingga lanjutan kini memiliki ruang untuk belajar membaca Al-Qur’an dan memperkuat pendidikan agama sejak usia dini, sementara orang tua lebih mudah mendampingi proses belajar anak tanpa harus menempuh jarak jauh.

Balqis Nur Fayza menjelaskan bahwa pembangunan TPQ dilakukan secara bertahap, mulai dari membuka lembaga, menentukan metode, menyusun gagasan kurikulum, hingga melaksanakan kegiatan belajar bersama para santri. “Alhamdulillah, per hari ini dari empat santri awal sudah menjadi 25 santri. Mulai dari membuka lembaga, menentukan metode, ide kurikulum, pelaksanaan, dan ini sedang proses data ke Kemenag,” ujarnya. Perkembangan jumlah peserta menunjukkan kebutuhan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan tersebut cukup besar dan menjadi dorongan untuk terus memperkuat pengelolaan lembaga.

Pertumbuhan santri dalam waktu relatif singkat juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak sekadar menjadi penerima program, tetapi berperan penting dalam keberlangsungan TPQ. Konsep berbasis masyarakat membuat lembaga ini tidak terpisah dari kehidupan warga, melainkan tumbuh dari kebutuhan dan kepedulian lingkungan. Kegiatan mengaji menjadi bagian dari rutinitas sosial sekaligus sarana mempererat hubungan antarwarga melalui kepedulian bersama terhadap pendidikan dan karakter generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, perhatian tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan religius anak sejak dini. Penyusunan metode dan gagasan kurikulum menjadi bagian penting agar proses pembelajaran berjalan terarah sesuai kebutuhan santri. Di tengah perkembangan jumlah santri, pengelolaan administrasi dan kelembagaan mulai diperkuat melalui proses pendataan ke Kementerian Agama, sebagai upaya membawa TPQ dari kegiatan sederhana menuju lembaga pendidikan keagamaan yang lebih tertata.

Bagi anak-anak di Kedungwuluh, kehadiran TPQ memberikan ruang baru untuk belajar dan bertumbuh dalam suasana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama di lingkungan sendiri diharapkan mampu membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai kebaikan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak sejak usia dini. Bagi masyarakat, lembaga ini menjadi investasi sosial jangka panjang, karena pendidikan keagamaan menjadi fondasi dalam membentuk perilaku dan karakter anak saat mereka tumbuh di tengah keluarga dan lingkungan sosialnya.

Perjalanan TPQ berbasis masyarakat di Kedungwuluh menjadi kisah tentang bagaimana sebuah kebutuhan sederhana berubah menjadi gerakan pendidikan yang terus berkembang. Dari empat santri, kini 25 anak telah bergabung dan mendapatkan ruang belajar agama di lingkungan mereka sendiri. Proses pembentukan lembaga, penyusunan metode, pengembangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, hingga pendataan ke Kementerian Agama masih terus berjalan. Empat santri menjadi awal, 25 santri menjadi tanda bahwa harapan itu tumbuh, dan dari tempat mengaji sederhana, masyarakat sedang menyalakan cahaya pendidikan Al-Qur’an yang diharapkan terus menerangi generasi berikutnya.

Previous Post

Pejabat Cilacap Akui Terpaksa Setor Uang THR untuk Bupati

Next Post

HPN Gelar Konsolidasi Nasional di Jombang, Dukung Ketua Umum Hingga Konferensi III 2027

reporter

reporter

Next Post

HPN Gelar Konsolidasi Nasional di Jombang, Dukung Ketua Umum Hingga Konferensi III 2027

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Experience Wazamba No Deposit Bonus

September 19, 2026

Wazamba App Dine Spillopplevelser Nye Høyder

September 19, 2026

Unlock Librabet Casino Bonus Code Secrets for Big Wins

September 19, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.