Rapat Konsolidasi Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) digelar di sela-sela Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026). Mengangkat tema “Meneguhkan Konsolidasi dan Agenda Konferensi III HPN”, rapat tersebut dihadiri sejumlah elit dan petinggi HPN dari unsur dewan pakar, dewan pembina, dewan pendiri, pengurus DPP, serta pengurus DPW HPN seluruh Indonesia.
Bagi HPN, rapat konsolidasi di arena Muktamar ke-35 NU menjadi momentum emas untuk memperkuat soliditas organisasi, menyatukan langkah kepengurusan, sekaligus membahas agenda yang urgen bagi eksistensi HPN ke depan. Wakil Ketua Umum DPP HPN, KH. Abdul Muin, M.Pd, mengatakan bahwa salah satu agenda penting yang dibahas adalah pelaksanaan konferensi III HPN sesuai masa bakti organisasi. “Konferensi III HPN akan dilaksanakan sesuai masa bakti. Selain itu, pembentukan dan penguatan DPC juga menjadi bagian penting dalam konsolidasi organisasi dengan mekanisme rekomendasi DPC melalui DPW,” katanya.
Dalam rapat tersebut, DPW HPN seluruh Indonesia menyepakati untuk mengawal dan mendukung Ketua Umum DPP HPN, H. Dede Supriyadi Arief, MM, sampai dengan pelaksanaan Konferensi III HPN pada 2027. Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan, stabilitas, dan keberlanjutan program organisasi sesuai masa bakti.
Sekretaris Jenderal DPP HPN, H. Sugeng, SH., M.Si, yang juga advokat senior dan Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum HPN. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepemimpinan ketua umum DPP HPN selama ini yang telah banyak membawa HPN sebagai salah satu organisasi di bawah payung NU yang cukup dikenal dan disegani. Ketua umum HPN, H. Dede Supriyadi Arief, MM, telah menjalankan amanah dengan baik. Berbagai program dan kerja organisasi telah dijalankan termasuk dalam membangun jejaring serta kolaborasi strategis,” ujarnya saat berbicara di rapat konsolidasi HPN.
Ketua Umum DPP HPN, H. Dede Supriyadi Arief, MM, mengungkapkan bahwa HPN terus memperluas kerja sama dengan pemerintah dalam rangka memperkuat ekosistem pengusaha Nahdliyin. “HPN telah menjalin kerja sama dengan enam kementerian. Ini merupakan bagian dari ikhtiar HPN untuk membuka ruang kolaborasi dan memperkuat kontribusi pengusaha Nahdliyin terhadap pembangunan ekonomi nasional,” ungkapnya. Dede menuturkan, keberadaan HPN tidak hanya diarahkan sebagai wadah silaturahmi pengusaha, tetapi juga sebagai organisasi yang mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi umat dan bangsa.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP HPN, Rendy Prihartono, SH., M.Si, menerangkan bahwa forum tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi secara nasional. “Rapat konsolidasi nasional ini diselenggarakan untuk menjalin konsolidasi organisasi dan memperkuat komunikasi antara DPP dan DPW. Rapat konsolidasi nasional HPN 2026 juga menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi agenda HPN selanjutnya termasuk penguatan struktur organisasi di tingkat wilayah dan cabang serta persiapan menuju Konferensi III HPN 2027,” jelas Rendy.
Dengan konsolidasi yang semakin kuat dan dukungan DPW HPN se-Indonesia, HPN menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan organisasi hingga pelaksanaan Konferensi III HPN. Organisasi ini juga terus menjadi bagian dari penguatan ekonomi Nahdliyin, membangun jejaring usaha nasional, serta mendorong kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan.



