Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar operasi water mist atau penyemprotan air bertekanan tinggi di sejumlah ruas jalan. Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak abu vulkanik yang berasal dari erupsi Anak Krakatau. Operasi tersebut menyasar jalan-jalan utama di ibu kota agar partikel debu yang menempel tidak kembali beterbangan ke udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjelaskan bahwa penyemprotan dilakukan menggunakan mobil penyiram air yang dilengkapi nozzle khusus. Air disemprotkan dengan tekanan tinggi untuk membasahi permukaan jalan dan membersihkan sisa-sisa debu yang mengendap. Metode water mist dipilih karena lebih efektif menjangkau area yang luas tanpa menyebabkan genangan air yang berlebihan.
Sebelumnya, abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda telah menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Jakarta. Fenomena ini terjadi setelah serangkaian erupsi yang melontarkan material halus ke atmosfer. Angin kemudian membawa abu tersebut hingga ke langit ibu kota, menyebabkan hujan debu tipis di beberapa kawasan.
Kehadiran abu vulkanik ini berpotensi mengganggu kesehatan warga, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan. Partikel debu yang halus dapat terhirup dan menyebabkan iritasi pada saluran napas. Selain itu, abu yang menempel di jalan juga dapat mengurangi jarak pandang bagi pengendara serta membuat permukaan jalan menjadi licin ketika terkena air.
Pemprov DKI berupaya merespons cepat dengan melakukan penyemprotan rutin di titik-titik yang terdampak. Petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sumber Daya Air diterjunkan untuk memastikan seluruh ruas jalan utama bersih dari sisa debu. Operasi ini juga melibatkan koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan untuk memantau kondisi lingkungan secara berkala.
Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan, serta menggunakan masker saat beraktivitas di area yang masih berdebu. Pemprov juga meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah atau material lain yang dapat memperparah kualitas udara. Langkah penyemprotan ini akan terus dilakukan hingga kondisi udara di Jakarta kembali normal.
Operasi water mist ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pemprov DKI dalam menghadapi dampak bencana alam yang tidak terduga. Dengan penanganan yang cepat, diharapkan risiko kesehatan dan gangguan aktivitas warga dapat diminimalkan. Pemprov juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau arah sebaran abu vulkanik agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih tepat sasaran.



