Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membantah isu yang menyebutkan adanya kredit macet dalam portofolio pinjamannya. Melalui pernyataan resmi, pihak Danantara menegaskan bahwa seluruh pinjaman yang dijamin oleh negara dijamin keamanannya, sehingga tidak ada risiko gagal bayar yang membebani keuangan negara.
Isu tersebut muncul di tengah publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun, Danantara dengan tegas menyatakan bahwa informasi itu tidak berdasar dan tidak memiliki fakta yang kuat. “Pinjaman yang dijamin negara pasti aman,” ujar juru bicara Danantara dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (7/9/2026).
Danantara merupakan lembaga yang dibentuk pemerintah untuk mengelola investasi strategis dan aset negara. Sebagai badan pengelola, Danantara memiliki kewenangan untuk menyalurkan pinjaman kepada berbagai sektor prioritas, seperti infrastruktur, energi, dan industri. Seluruh skema pinjaman tersebut selalu melalui proses analisis risiko yang ketat dan mendapatkan persetujuan dari pemerintah sebagai penjamin.
Dalam mekanismenya, jaminan negara diberikan melalui skema penjaminan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Hal ini berarti jika terjadi gagal bayar, negara akan menanggung kewajiban tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Danantara memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi kredit macet yang terjadi, dan seluruh debitur memenuhi kewajibannya tepat waktu.
Ekonom menilai bahwa isu kredit macet yang beredar mungkin merupakan upaya untuk menggoyahkan kepercayaan publik terhadap Danantara. Padahal, lembaga ini memiliki fundamental yang kuat dan diawasi secara ketat oleh pemerintah serta lembaga audit independen. “Jaminan negara adalah instrumen yang kredibel, dan pemerintah pasti akan memenuhi kewajibannya jika diperlukan,” kata seorang pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia.
Danantara juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Pihaknya akan terus transparan dalam melaporkan kinerja keuangan dan portofolio investasi kepada publik secara berkala. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan investor terhadap pengelolaan aset negara.
Pemerintah sendiri telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keuangan negara. Dengan adanya jaminan negara, risiko kerugian dari pinjaman yang disalurkan Danantara dapat diminimalisir. Ke depan, Danantara akan terus berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman dan memastikan setiap keputusan investasi memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional.




