Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) buka suara mengenai peluang sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mencapai wilayah DI Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng). Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 7 September 2026, sebagai respons atas meningkatnya aktivitas vulkanik gunung yang berada di Selat Sunda tersebut.
BMKG menjelaskan bahwa potensi sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin di atmosfer. Dalam pemantauan terakhir, model cuaca menunjukkan adanya kemungkinan abu terbawa ke arah timur laut, yang mencakup wilayah DIY dan sebagian Jateng. Namun, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Gunung Anak Krakatau memang telah menunjukkan peningkatan aktivitas dalam beberapa pekan terakhir. BMKG bekerja sama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau perkembangan gunung serta menyusun skenario sebaran abu. Masyarakat di DIY dan Jateng diimbau untuk memantau informasi resmi dari kedua lembaga tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Abu vulkanik yang terbawa angin dapat berdampak pada kesehatan, terutama gangguan pernapasan seperti iritasi tenggorokan dan mata. BMKG juga mengingatkan bahwa abu tersebut dapat mengganggu operasional penerbangan, karena partikel abu halus bisa merusak mesin pesawat. Oleh karena itu, bandara di wilayah terdampak mungkin akan melakukan penyesuaian jadwal jika kondisi memburuk.
BMKG mengimbau masyarakat di DIY dan Jateng untuk tetap tenang namun waspada. Jika abu vulkanik mulai turun, warga disarankan memakai masker saat berada di luar rumah, menutup jendela dan ventilasi, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan perlu lebih berhati-hati.
Lebih lanjut, BMKG akan terus memperbarui informasi melalui kanal resmi seperti situs web dan aplikasi. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar dan selalu merujuk pada data dari BMKG serta PVMBG. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan langkah mitigasi jika diperlukan.
Hingga saat ini, belum ada perintah evakuasi, namun status waspada tetap diberlakukan. BMKG berjanji akan memberikan informasi terbaru secara berkala dan meminta semua pihak untuk mematuhi arahan dari otoritas terkait demi keselamatan bersama.




