Pertamina akan membawa inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) pada gelaran IdeaFest 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih dan mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan.
SAF adalah bahan bakar penerbangan yang diproduksi dari sumber daya terbarukan, salah satunya minyak jelantah atau used cooking oil. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil konvensional, SAF mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 80 persen sepanjang siklus hidupnya. Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku juga membantu mengurangi limbah rumah tangga dan industri yang selama ini sering dibuang sembarangan.
Sebagai BUMN energi, Pertamina terus mengembangkan riset dan teknologi untuk mencapai target net zero emission pada 2060. Inovasi SAF dari minyak jelantah menjadi salah satu prioritas karena selain ramah lingkungan, bahan bakunya melimpah di Indonesia. Dengan memanfaatkan minyak jelantah, Pertamina tidak hanya menciptakan energi alternatif, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat yang mengumpulkan limbah tersebut.
IdeaFest 2026 merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para inovator, kreator, dan pelaku industri dari berbagai sektor. Pertamina akan memanfaatkan platform ini untuk memperkenalkan teknologi pengolahan minyak jelantah menjadi SAF kepada publik, termasuk pelaku usaha penerbangan dan mitra potensial. Kehadiran Pertamina di acara tersebut juga menjadi ajang edukasi tentang pentingnya energi berkelanjutan.
Dengan dipamerkannya inovasi ini, Pertamina berharap dapat mendorong adopsi SAF di Indonesia secara lebih luas. Saat ini, beberapa maskapai nasional sudah mulai menguji coba penggunaan SAF, namun ketersediaan pasokan masih terbatas. Melalui pengembangan berbasis minyak jelantah, Pertamina ingin memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan dan terjangkau.
Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor, pemanfaatan minyak jelantah untuk SAF juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengumpulan dan pengolahan limbah. Pertamina menargetkan dapat membangun ekosistem yang melibatkan masyarakat, koperasi, dan usaha kecil dalam rantai pasok bahan baku. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang menjadi tren global.
Keikutsertaan Pertamina di IdeaFest 2026 menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadirkan solusi energi yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi dan kolaborasi antarpihak, inovasi ini diyakini dapat mempercepat terwujudnya industri penerbangan hijau di Indonesia.




