SDN 4 Cingebul menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan tema “Meneladani Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW”. Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik ini berlangsung di lingkungan sekolah, diisi dengan pembacaan sholawat, Sholat Duha berjamaah, tausiyah, berbagai lomba Islami, dan syukuran makan bersama.
Peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi siswa. Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik diajak untuk memahami bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti saling menghormati, menyayangi, membantu, serta menghindari pertengkaran. Sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, Guru Pendidikan Agama Islam SDN 4 Cingebul, Eko Puji Haryanto, menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan teladan dalam menunjukkan kasih sayang kepada semua orang. Menurutnya, Rasulullah tidak hanya berbuat baik kepada keluarga, sahabat, dan kaum muslimin, tetapi juga kepada mereka yang berbeda keyakinan. “Nabi Muhammad selalu baik dengan siapa saja. Bukan hanya dengan keluarga, sahabat, atau kaum muslimin pada umumnya. Namun, beliau juga baik terhadap mereka yang bukan kaum muslimin. Maka anak-anakku semua, berkasih sayanglah dengan siapa saja. Jangan sedikit-sedikit berkelahi,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam peringatan Maulid tahun ini. Para siswa diingatkan bahwa sikap kasih sayang bukan hanya materi yang dipelajari di kelas, melainkan nilai yang harus diterapkan dalam hubungan dengan teman, guru, keluarga, dan masyarakat. Eko juga mengajak peserta didik untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Perbedaan pendapat, kesalahpahaman, maupun perselisihan antarteman hendaknya tidak disikapi dengan kekerasan, tetapi diselesaikan melalui komunikasi, saling memaafkan, dan sikap menghargai.
Kepala SDN 4 Cingebul, Suripto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Maulid tahun ini sengaja diselenggarakan secara sederhana. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menghadirkan pembicara dari luar sekolah, kegiatan kali ini memaksimalkan peran guru dan warga sekolah. “Kegiatan Maulid tahun ini memang sengaja kami selenggarakan sederhana, tidak seperti tahun kemarin yang mendatangkan pembicara dari luar. Namun, kami yakin, walaupun sederhana, makna dari peringatan Maulid tahun ini tidak kalah dengan tahun kemarin,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami dari sekolah berusaha agar anak tidak kehilangan momen-momen seperti ini.”
Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan lomba-lomba Islami yang menjadi sarana menumbuhkan semangat belajar agama, keberanian tampil, kreativitas, serta sportivitas siswa. Salah seorang siswa kelas 4, Aswa, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Sholat Duha berjamaah memang sudah rutin, tapi hari ini beda. Hari ini ditambah dengan peringatan Maulid Nabi. Saya merasa senang. Ada lomba-lombanya juga,” katanya. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat suasana belajar di sekolah menjadi lebih menyenangkan dan mempererat kebersamaan.
Syukuran makan bersama menjadi bagian penutup yang memperkuat pesan kebersamaan. Seluruh warga sekolah menikmati hidangan dalam suasana kekeluargaan, sekaligus mengajarkan nilai berbagi, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 4 Cingebul diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan mampu menumbuhkan kebiasaan baik bagi peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sekolah terus berupaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, santun, peduli, dan mampu hidup berdampingan dengan siapa saja.




