PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana membangun hunian vertikal setinggi 24 lantai di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Hunian tersebut ditawarkan dengan harga di bawah Rp600 juta per unit, sebagai bagian dari upaya menyediakan rumah terjangkau di dekat simpul transportasi publik.
Rencana ini muncul di tengah tren pengembangan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD) yang digalakkan KAI. Manggarai dipilih karena lokasinya yang strategis, dekat dengan Stasiun Manggarai yang merupakan stasiun kereta api terbesar di Indonesia dan akan menjadi pusat integrasi moda transportasi.
Meski belum ada keterangan resmi mengenai jumlah unit dan jadwal pembangunan, harga yang ditawarkan terbilang kompetitif untuk hunian di Jakarta Selatan. Dengan kisaran di bawah Rp600 juta, target pasar kemungkinan adalah masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah yang ingin memiliki rumah dekat dengan akses kereta.
Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan perumahan terjangkau di perkotaan. Keberadaan hunian di sekitar stasiun juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan mendukung perpindahan masyarakat ke transportasi massal.
KAI sendiri telah memiliki pengalaman mengembangkan properti di beberapa titik stasiun, seperti di Jakarta dan sekitarnya. Pembangunan di Manggarai akan menambah portofolio KAI dalam mengoptimalkan aset lahan di area stasiun untuk kepentingan komersial dan sosial.
Belum ada tanggapan dari pihak KAI terkait detail teknis seperti luas unit, fasilitas, atau mekanisme pemasaran. Namun, kehadiran hunian 24 lantai ini diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan rumah di ibu kota yang semakin terbatas.




