Polisi membongkar sindikat uang palsu yang beroperasi di sebuah ruko kawasan Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan. Empat orang ditangkap pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, dan polisi menyita uang palsu senilai Rp36 miliar yang diproduksi sindikat tersebut.
Keempat pelaku berinisial N, S, D, dan AB. Tiga orang berperan sebagai produsen, sementara AB diduga sebagai pemberi order sekaligus pendana. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon menyebut AB sebagai otak sindikat. “Jadi yang memberi order ini menjadi otak ya karena inisial AB pemberi order daripada tiga ini. Dia menyiapkan empat bulan yang lalu sarana-sarana yang ada, yang lain sudah diberikan DP untuk melakukan kegiatan produksi,” kata Victor.
Produksi uang palsu diduga berlangsung sejak Maret 2026. Selama empat bulan, sindikat mencetak 360.000 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, dengan nilai nominal mencapai Rp36 miliar. Polisi juga menyita peralatan produksi seperti mesin offset, printer, alat pressing benang pengaman, tinta, laptop, dan peralatan lainnya. Nilai peralatan diperkirakan sekitar Rp1 miliar.
Dari empat tersangka, dua di antaranya merupakan residivis kasus uang palsu yang pernah ditangkap pada 2019 dan 2022. Victor menjelaskan bahwa mereka direkrut melalui jaringan lama. “Mereka ini namanya jaringan ya, jadi pada saat salah satunya, salah duanya itu keluar dari tahanan mereka akan menginformasikan kira-kira ada kegiatan apa atau pekerjaan apa yang sama yang bisa dibantu,” ujarnya. Perekrutan dilakukan selektif karena membutuhkan keahlian khusus dalam menggunakan peralatan cetak.
Uang palsu yang diproduksi memiliki kualitas Grade A, dilengkapi unsur seperti nomor seri, benang pengaman, hologram, dan simbol negara. Sebagian uang telah dipotong dan siap diedarkan, sedangkan lainnya masih berbentuk lembaran. Polisi memastikan seluruh 360.000 lembar disita.
Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk memburu pihak-pihak lain yang terlibat. Victor mengatakan nilai aset peralatan cukup besar, dan keterangan dari AB akan dikembangkan. “Peralatan yang di dalam ini sementara ini keterangan baru dari AB sebagai pihak yang memesan. Tapi nanti kami akan kembangkan pada pihak-pihak lain karena dari nilai aset sementara ini kurang lebih alat untuk memproduksi itu nilainya cukup besar, itu 1 miliar untuk alat yang ada di dalam,” ungkapnya.




