Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, membantah adanya rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh kalangan buruh. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 6 Agustus 2026, menanggapi kabar yang beredar luas di masyarakat.
Dalam pernyataannya, Said Iqbal dengan tegas menyatakan bahwa informasi mengenai rencana aksi massal tersebut tidak benar. “Itu tidak benar,” ujarnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai asal usul isu yang beredar.
Said Iqbal dikenal sebagai tokoh sentral dalam pergerakan buruh di Indonesia. Selain menjabat sebagai Presiden Partai Buruh, ia juga merupakan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Posisinya kerap menjadi rujukan dalam berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk terkait upah, jam kerja, dan hak-hak buruh.
Isu rencana demonstrasi besar-besaran buruh muncul di tengah dinamika kebijakan ketenagakerjaan nasional. Meskipun demikian, Said Iqbal memastikan bahwa tidak ada agenda aksi massal yang sedang dipersiapkan oleh organisasi buruh di bawah kepemimpinannya. Ia mengimbau publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai asal muasal kabar tersebut. Pernyataan Said Iqbal ini diharapkan dapat meredakan spekulasi yang berkembang dan memberikan kejelasan bagi masyarakat, khususnya kalangan pekerja.
Sejumlah pengamat ketenagakerjaan menilai bahwa bantahan ini penting untuk menjaga stabilitas hubungan industrial. Demonstrasi buruh yang tidak terencana dapat mengganggu produktivitas dan iklim investasi. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa aspirasi buruh tetap harus disalurkan melalui saluran yang resmi dan konstruktif.



