PT Freeport Indonesia memastikan bahwa smelter tembaga di Manyar, Gresik, Jawa Timur, akan kembali berproduksi mulai September 2026. Kepastian ini disampaikan oleh pihak perusahaan dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Jumat, 7 Agustus 2026. Smelter tersebut sempat mengalami kebakaran pada Oktober 2024 yang mengakibatkan operasi terhenti total.
Kebakaran yang terjadi di area pengolahan konsentrat tembaga tersebut memaksa Freeport untuk menghentikan produksi selama hampir dua tahun. Proses perbaikan dan pemulihan dilakukan secara intensif, termasuk penggantian peralatan utama dan peningkatan sistem keselamatan. Manajemen Freeport menyatakan bahwa seluruh tahapan perbaikan telah rampung dan uji coba operasi akan dimulai pada Agustus 2026 sebelum produksi penuh pada September.
Smelter Manyar merupakan salah satu proyek hilirisasi mineral terbesar di Indonesia dengan kapasitas pengolahan konsentrat tembaga mencapai 2 juta ton per tahun. Fasilitas ini dibangun di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik dan menjadi bagian dari komitmen Freeport untuk memenuhi kewajiban pembangunan smelter dalam negeri. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mendorong percepatan pemulihan smelter ini karena dampaknya terhadap penerimaan negara dan rantai pasok tembaga nasional.
Dengan beroperasinya kembali smelter Manyar, Freeport diharapkan dapat memproses konsentrat tembaga dari tambang Grasberg di Papua secara mandiri, tanpa harus mengirimkan ke luar negeri. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Produksi smelter ini juga akan mendukung pasokan tembaga bagi industri dalam negeri, termasuk sektor energi terbarukan dan infrastruktur listrik.
Kepastian jadwal operasi ini memberikan angin segar bagi industri pertambangan dan pengolahan mineral di Indonesia. Sebelumnya, kebakaran smelter Manyar sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap target produksi Freeport dan realisasi investasi. Namun, dengan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan perbaikan tepat waktu, diharapkan dampak negatif terhadap perekonomian dapat diminimalkan.
Freeport juga menegaskan bahwa operasional smelter akan mengutamakan standar keselamatan tertinggi untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Perusahaan telah melakukan audit menyeluruh dan menerapkan sistem pemadam kebakaran modern di seluruh area pabrik. Dengan dimulainya produksi pada September 2026, Freeport optimistis dapat memenuhi target pengolahan konsentrat tembaga hingga akhir tahun.



