Lulusan Universitas Terbuka (UT) Purwokerto diminta tidak sekadar berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan studi, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja. Dorongan tersebut menjadi penekanan yang disampaikan kepada para lulusan kampus yang berbasis di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kelulusan bukan hanya soal memperoleh ijazah dan kemudian melamar pekerjaan. Para lulusan diharapkan mampu melihat peluang di sekitarnya, membuka usaha, dan pada akhirnya turut menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Universitas Terbuka dikenal sebagai perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. Model pembelajaran ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk mereka yang sudah bekerja, untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tempat tinggalnya. Karena itu, lulusan UT memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari pegawai, pelaku usaha, hingga masyarakat yang baru pertama kali menempuh pendidikan tinggi.
Dalam konteks itu, kemampuan menciptakan lapangan kerja menjadi relevan. Sebagian mahasiswa UT telah menjalankan usaha sendiri selama menempuh studi, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang sudah berjalan maupun merintis usaha baru.
Dorongan agar lulusan menjadi pencipta lapangan kerja sejalan dengan kebutuhan daerah. Pertumbuhan angkatan kerja yang masuk pasar setiap tahun tidak selalu diimbangi ketersediaan lowongan kerja, sehingga peran wirausaha menjadi salah satu jalan untuk membuka kesempatan kerja baru.
Karena itu, pesan kepada lulusan UT Purwokerto menempatkan kemandirian sebagai bagian penting dari hasil pendidikan. Lulusan diharapkan tidak hanya siap bersaing memperebutkan pekerjaan yang tersedia, tetapi juga mampu menghadirkan pekerjaan bagi orang lain.




