• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Sunday, November 1, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Kepala BKN Sampaikan Tujuh Pesan Transformasi Pelayanan kepada ASN Banyumas

by reporter
October 5, 2026
in Nasional
0

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan menyampaikan tujuh pesan penting kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banyumas. Pesan tersebut disampaikan dalam Apel Akbar yang dimulai pukul 07.00 WIB dan menjadi momentum pembinaan aparatur sekaligus penguatan orientasi pelayanan publik di lingkungan pemerintahan Banyumas.

Di hadapan para ASN, Zudan menegaskan bahwa perubahan kualitas birokrasi harus dimulai dari perubahan cara berpikir dan kemudian diwujudkan melalui perubahan cara bertindak. Ia mengawali pesannya dengan menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Banyumas dan Purwokerto. “Saya merasa bahagia bisa bertemu dengan ASN-ASN hebat pada pagi hari ini di Banyumas,” ujar Zudan. Menurutnya, daerah yang terus berkembang membutuhkan aparatur yang juga terus berkembang. ASN tidak cukup hanya menjalankan pekerjaan berdasarkan rutinitas, tetapi harus mampu membaca perubahan kebutuhan masyarakat dan menerjemahkannya ke dalam pelayanan yang lebih baik.

Pesan pertama yang ditekankan adalah perubahan cara pandang ASN terhadap masyarakat. Masyarakat tidak seharusnya diposisikan semata-mata sebagai pelanggan atau pemohon layanan, tetapi sebagai pemilik Banyumas yang harus mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah. Cara pandang itu membawa konsekuensi pada sikap ASN dalam menjalankan tugas, yakni kesadaran bahwa keberadaan birokrasi pada dasarnya adalah untuk melayani kepentingan masyarakat. Dengan perspektif tersebut, pelayanan publik diharapkan tidak lagi berorientasi pada kepentingan internal birokrasi semata, karena setiap kebijakan, prosedur, dan layanan perlu mempertimbangkan kemudahan serta manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pesan kedua berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan. Zudan mendorong ASN untuk memberikan pelayanan dengan gampang, cepat, dan hati. Pelayanan publik dinilai tidak sekadar menyelesaikan prosedur administratif, sebab masyarakat juga membutuhkan kemudahan, kecepatan, keramahan, dan kepedulian ketika berhadapan dengan aparatur pemerintah. Pelayanan yang baik pada akhirnya akan membentuk pengalaman masyarakat terhadap pemerintah. Semakin mudah masyarakat memperoleh layanan dan mendapatkan solusi, semakin besar pula kepercayaan terhadap institusi pemerintahan. Karena itu, ASN perlu membangun budaya pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian dokumen, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai dan dibantu bagi masyarakat yang membutuhkan layanan.

Pesan ketiga menyoroti persoalan yang kerap terjadi dalam pelayanan, yakni masyarakat datang ke tempat atau unit yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam situasi seperti itu, ASN tidak cukup hanya mengatakan “salah tempat”. Aparatur diharapkan membantu memberikan informasi yang benar, menunjukkan arah, bahkan mengantarkan masyarakat menuju tempat pelayanan yang sesuai. Pendekatan sederhana ini dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap pengalaman masyarakat, karena kesediaan membantu meskipun layanan tersebut bukan menjadi kewenangan langsung menunjukkan hadirnya birokrasi yang benar-benar berorientasi pada pelayanan.

Pesan keempat adalah bergerak menuju pelayanan digital. Digitalisasi diharapkan membuat pelayanan semakin mudah, cepat, dan efisien, bukan sekadar mengikuti tren. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menyederhanakan proses dan memberikan kemudahan kepada masyarakat. Bagi ASN, perubahan tersebut menuntut peningkatan kompetensi, baik kemampuan menggunakan teknologi maupun memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan pelayanan. Namun, transformasi digital tetap perlu berorientasi pada kebutuhan masyarakat agar layanan lebih sederhana dan mudah diakses, bukan justru menambah kerumitan baru.

Pesan kelima diarahkan kepada para pemimpin di lingkungan pemerintahan. Seorang pemimpin tidak cukup hanya melihat persoalan dari balik meja, tetapi harus mampu merasakan apa yang dirasakan masyarakat dan ASN yang dipimpinnya. Kemampuan merasakan persoalan menjadi bagian penting dari kepemimpinan, termasuk memahami kondisi bawahan dan tantangan yang mereka hadapi ketika melaksanakan tugas. Pesan keenam menekankan pentingnya kolaborasi. Zudan mengingatkan agar ASN tidak sibuk menunjukkan siapa yang paling hebat, tetapi membangun sinergi untuk menyelesaikan persoalan pemerintahan yang kompleks dan sering kali tidak dapat diselesaikan oleh satu unit atau satu orang saja. Semangat kolaborasi juga dinilai dapat mengurangi ego sektoral dalam birokrasi. Adapun pesan ketujuh menyoroti pentingnya keberanian bagi ASN dalam menjalankan tugas dan mendorong perubahan di lingkungan pemerintahan.

Previous Post

Bapanas Jamin Stok Beras di Pasar Stabil Usai Penarikan Beras Fortifikasi

Next Post

Pilkades Serentak Cilacap Digelar di 48 Desa, Pemungutan Suara Desember 2026

reporter

reporter

Next Post

Pilkades Serentak Cilacap Digelar di 48 Desa, Pemungutan Suara Desember 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.