• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Wednesday, September 16, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Pantauan Satelit Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Jauhi Wilayah RI

by reporter
September 8, 2026
in Nasional
0

Jakarta, CNN Indonesia — Pantauan satelit pada Selasa, 8 September 2026, pukul 17.00 WIB mengungkap bahwa abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Hal ini menjadi kabar baik karena arah sebaran abu tidak mengarah ke daratan utama, sehingga potensi dampak terhadap masyarakat dan penerbangan domestik diperkirakan berkurang.

Anak Krakatau merupakan gunung berapi aktif yang terletak di Selat Sunda, tepatnya antara Pulau Jawa dan Sumatra. Gunung ini muncul dari sisa letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang menewaskan puluhan ribu orang dan memicu tsunami. Sejak saat itu, Anak Krakatau kerap menunjukkan aktivitas vulkanik, termasuk erupsi yang menghasilkan abu dan aliran lava.

Berdasarkan pantauan satelit, kolom abu vulkanik kali ini terpantau bergerak ke arah yang menjauhi wilayah Indonesia. Arah angin dan kondisi atmosfer menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan abu. Dengan menjauhnya abu, risiko gangguan kesehatan akibat partikel abu serta gangguan operasional penerbangan di wilayah sekitar dapat diminimalkan.

Meski demikian, pihak berwenang tetap meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang fluktuatif membuat status gunung ini selalu dipantau secara ketat. Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda diimbau untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat dan tidak mendekati area berbahaya.

Pantauan satelit merupakan salah satu alat penting dalam mitigasi bencana vulkanik. Dengan teknologi ini, arah sebaran abu dapat diprediksi lebih akurat, sehingga peringatan dini dapat disampaikan lebih cepat. Data dari satelit juga membantu pihak berwenang dalam menentukan langkah evakuasi jika diperlukan.

Sejarah mencatat bahwa letusan Anak Krakatau pada 2018 sempat memicu tsunami di Selat Sunda yang menelan korban jiwa. Oleh karena itu, meskipun abu vulkanik saat ini menjauhi wilayah Indonesia, potensi bahaya lain seperti awan panas dan tsunami tetap perlu diwaspadai. Pemerintah terus berkoordinasi dengan lembaga geologi untuk memantau perkembangan gunung ini.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai dampak signifikan dari abu vulkanik terhadap wilayah Indonesia. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Informasi resmi akan disampaikan oleh instansi terkait melalui kanal resmi.

Previous Post

Ancol Rencanakan Reklamasi 65 Hektare untuk Pengembangan Mixed-Use

Next Post

IHSG Menguat 1,01 Persen ke Level 6.686 pada Perdagangan Sore Ini

reporter

reporter

Next Post

IHSG Menguat 1,01 Persen ke Level 6.686 pada Perdagangan Sore Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Radar MBG: Garis Depan Pengawasan, Fondasi Tata Kelola yang Kuat

September 16, 2026

Prabowo Minta Danantara Bantu Perpanjang LRT Jakarta hingga JIS

September 16, 2026

Keterwakilan Perempuan di DPRD Jawa Tengah Terus Menurun, Tak Tembus 30 Persen

September 16, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.