Sebanyak 160 siswa di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hingga berita ini diturunkan, 81 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.
Peristiwa ini mencuat dari laporan yang diterima pihak berwenang pada Jumat, 4 September 2026. Para korban merupakan siswa dari sejumlah sekolah yang menjadi sasaran program MBG. Dugaan sementara, keracunan disebabkan oleh makanan yang disajikan dalam program tersebut, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Dari total 160 korban, sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. Namun, 81 siswa masih dirawat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Tim medis dari Dinas Kesehatan setempat terus memantau perkembangan kondisi para pasien.
Dinas Kesehatan bersama pihak sekolah dan instansi terkait telah melakukan investigasi untuk mengidentifikasi sumber keracunan. Sampel makanan dan pemeriksaan laboratorium tengah dilakukan guna memastikan penyebab pasti. Sementara itu, pihak kepolisian juga dilibatkan untuk mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam proses penyediaan makanan.
Program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan asupan bergizi kepada siswa sekolah guna meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar. Namun, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperketat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Pendidikan terkait insiden ini. Masyarakat, khususnya orang tua siswa, diimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi dari sumber resmi. Pihak berwenang berjanji akan mengumumkan hasil investigasi segera setelah data lengkap.




