• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Friday, September 18, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Mahasiswa Unsoed Resah Usai Rektor dan Dua Wakil Rektor Terjaring OTT KPK

by reporter
August 21, 2026
in Nasional
0

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) beserta dua wakil rektor terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Peristiwa ini memicu keresahan di kalangan mahasiswa, yang khawatir terhadap nama baik kampus dan keberlangsungan akademik.

Presiden BEM Unsoed 2026, Azza Febra Pramudika, menyatakan mahasiswa tidak ingin kasus korupsi rektor menjadi alasan untuk menjatuhkan almamater. Justru, kata dia, mahasiswa perlu menjaga dan menegakkan marwah kampus. BEM Unsoed sejak lama telah mencium adanya praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan kampus. Bahkan, muncul desakan agar rektor beserta jajarannya mundur.

Azza menekankan bahwa evaluasi tidak cukup hanya mengganti individu yang menjabat. Sistem pengambilan keputusan, pengawasan, dan budaya kekuasaan di kampus perlu dibenahi. “Kalau orangnya berganti tetapi mekanisme pengambilan keputusan, pengawasan, dan budaya kekuasaannya tetap sama, maka kita hanya sedang menunggu persoalan yang sama muncul kembali dengan nama yang berbeda,” katanya.

BEM juga mendorong kampus untuk membuka dan mengevaluasi proses penerimaan mahasiswa baru yang menjadi sorotan. Proses tersebut harus transparan dan memastikan semua calon mahasiswa mendapat perlakuan sama. “Kalau memang semuanya sudah berjalan sesuai aturan, buka dan buktikan secara transparan. Kalau ternyata ada penyimpangan, jangan dilindungi,” ujar Azza.

Azza menegaskan mahasiswa akan terus mengawal proses hukum dan berbagai persoalan kampus pasca-OTT. “Hari ini hanya satu yang kita yakini, adalah komersialisasi pendidikan yang perlu kita lawan, dengan apa pun itu,” ujarnya. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal rektor atau pihak tertentu, melainkan menyangkut peran mahasiswa dalam menentukan arah kampus ke depan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Pergerakan BEM Unsoed, Pamungkas, mengatakan mahasiswa turut resah terhadap dampak kasus tersebut terhadap nama baik kampus dan keberlangsungan akademik. Ia menyebut sempat beredar kabar tentang kemungkinan perubahan jadwal wisuda yang seharusnya berlangsung pada September, namun BEM masih menunggu informasi pasti. “Yang menjadi pokok, kami harap hal ini bisa menjadi pelajaran dan mendorong proses hukum yang adil,” kata Pamungkas.

Pamungkas juga menuntut birokrasi kampus lebih transparan dalam mengambil keputusan yang menyangkut mahasiswa, serta mendorong adanya meaningful participation atau partisipasi bermakna agar mahasiswa dapat ikut berdiskusi.

Previous Post

Dugaan Suap Rp650 Juta untuk Lolos Kedokteran Unsoed Gagal, Modus Dibongkar

Next Post

Pakar: Salah Administrasi Tidak Menggugurkan Status Tersangka Febrie

reporter

reporter

Next Post

Pakar: Salah Administrasi Tidak Menggugurkan Status Tersangka Febrie

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Prabowo Ungkap Alasan Lebih Suka Pidato Spontan tanpa Teks

September 18, 2026

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi Sejak 1995

September 18, 2026

13 WNA dari Nigeria hingga Rusia Ditangkap di Bali karena Prostitusi

September 18, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.