Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP), Yan Sofyan Syafe’i, menyatakan rasa sedihnya atas penemuan ratusan senjata api, narkoba, dan konten pornografi di ruangan mantan ketua yayasan. Pernyataan itu disampaikan dalam jumpa pers di Jakarta pada Minggu, 9 Agustus 2026, menanggapi temuan yang menghebohkan publik tersebut.
“Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi insyaallah seperti yang tadi saya utarakan mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya,” ujar pria yang akrab disapa Pak Yan itu. Ia mengaku tidak menyangka bahwa di lingkungan sekolah yang didirikannya justru terjadi penyimpangan semacam itu.
Yan Sofyan menceritakan awal mula pendirian yayasan yang berawal dari kegiatan pengajian. Saat itu ia berguru kepada Ustaz Mawardi Labay, dan kemudian muncul gagasan untuk mendirikan sekolah. Karena membutuhkan modal, mereka menemui Wakil Presiden Adam Malik. “Kita ke Pak Adam kemudian kita sama-sama ke Pak Adam sampai di sana dan diarahkan bahwa ada tanah kami di sana di Kebayoran katanya di Pondok Pinang nah itu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Yayasan tersebut didirikan dengan visi mencerdaskan anak bangsa dan mencetak generasi yang beragama, berpendidikan, serta mampu menjadi pemimpin masa depan. Menurut Yan, jumlah siswa di sekolah itu pernah mencapai sekitar 2.500 orang, namun kini tersisa sekitar 500 orang karena banyaknya sekolah lain yang berdiri.
Selain temuan 996 senjata api dan airsoft gun, polisi juga menemukan narkoba serta rekaman konten pornografi di ruangan mantan ketua yayasan. Yan mengaku sangat sedih karena hal-hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang seharusnya dijunjung sekolah. “Karena harapan kami ya mudah-mudahan sekolah kita ini dapat kembali sesuai dengan tujuan daripada kami pada waktu itu untuk mendirikannya yaitu ingin mencetak anak-anak daripada sekolah kita ini jadi anak-anak yang saleh dan saleha dan juga menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di kemudian hari,” pungkasnya.
Yan berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan sekolah dapat kembali ke tujuan awal mencetak generasi saleh serta pemimpin masa depan. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap jaringan dan motif di balik penyimpanan barang-barang ilegal tersebut.

