Kesatuan Buruh dan Pekerja Bangsa Indonesia (KBPBI) memberikan apresiasi kepada Kapolri atas komitmennya dalam mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Pernyataan dukungan itu disampaikan pada Jumat (7/8/2026) di Jakarta. KBPBI menilai langkah Kapolri menunjukkan keseriusan aparat keamanan dalam menjaga proses legislasi yang melibatkan banyak kepentingan publik.
Ketua Umum KBPBI, dalam pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, menyatakan bahwa pengawalan dari Polri sangat penting untuk memastikan pembahasan RUU Ketenagakerjaan berjalan kondusif dan sesuai koridor hukum. “Kami mengapresiasi komitmen Kapolri yang telah memberikan perhatian khusus terhadap dinamika pembahasan RUU ini. Ini bentuk kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh pekerja dan buruh,” ujarnya.
RUU Ketenagakerjaan merupakan salah satu regulasi strategis yang tengah dibahas di DPR RI. Substansinya mencakup perlindungan tenaga kerja, fleksibilitas hubungan kerja, dan jaminan sosial. Sejak awal, isu ini memicu perdebatan antara serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Kapolri sebelumnya menyatakan akan mengerahkan personel untuk mengamankan setiap tahapan pembahasan, baik di gedung DPR maupun di luar, demi mencegah potensi konflik horizontal.
KBPBI juga menyoroti peran Polri sebagai mediator dalam dialog tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan buruh. Organisasi buruh ini berharap agar pengawalan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memastikan semua pihak mendapat ruang menyampaikan aspirasi secara damai. “Kami tidak ingin ada kriminalisasi terhadap pekerja yang menyuarakan pendapat. Kehadiran Polri harus menjamin kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab,” tambah Ketua KBPBI.
Dalam kesempatan terpisah, Kapolri menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap netral dan profesional. “Kami mengawal proses demokrasi, bukan memihak salah satu kelompok. Tugas kami adalah menjaga keamanan dan ketertiban umum agar RUU ini bisa diselesaikan tepat waktu,” kata Kapolri dalam konferensi pers beberapa hari lalu.
Apresiasi dari KBPBI ini menjadi angin segar di tengah ketegangan yang sempat muncul antara buruh dan aparat dalam beberapa demonstrasi sebelumnya. Dengan adanya komitmen bersama, diharapkan pembahasan RUU Ketenagakerjaan dapat berjalan lancar dan menghasilkan undang-undang yang berpihak pada kesejahteraan pekerja tanpa mengabaikan iklim investasi.
KBPBI berencana terus memantau perkembangan pembahasan dan siap memberikan masukan konstruktif. Organisasi ini juga mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas nasional. “Kami ingin perubahan yang adil, bukan kekacauan. Apresiasi kepada Kapolri adalah bentuk dukungan kami pada proses demokrasi yang beradab,” pungkas Ketua KBPBI.



