Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah aturan Full Call Auction (FCA). Perubahan tersebut berdampak pada keluarnya 92 saham dari Papan Pemantauan Khusus. Informasi ini dilaporkan CNN Indonesia pada kanal Ekonomi, Senin, 28 September 2026 pukul 15.26 WIB. Laporan itu dimuat dengan judul yang menyebut perubahan aturan FCA dan hengkangnya 92 saham dari papan tersebut.
Dalam pemberitaan berjudul BEI Ubah Aturan FCA, 92 Saham Hengkang dari Papan Pemantauan Khusus, BEI disebut melakukan penyesuaian aturan FCA. Penyesuaian itu membuat 92 saham tidak lagi berada di Papan Pemantauan Khusus. Angka 92 menunjukkan besarnya dampak perubahan aturan terhadap saham yang sebelumnya masuk dalam kategori pemantauan khusus. Jumlah itu menjadi fakta utama yang disampaikan dalam laporan tersebut.
Full Call Auction atau FCA merupakan mekanisme perdagangan di bursa yang mempertemukan order beli dan jual pada periode tertentu. Mekanisme ini umum digunakan untuk saham dengan karakteristik tertentu, termasuk saham yang berada di Papan Pemantauan Khusus. Dalam perdagangan saham, call auction berbeda dengan perdagangan kontinu karena order dikumpulkan lalu dicocokkan pada waktu tertentu. Perubahan aturan FCA dapat memengaruhi cara transaksi dan status pencatatan saham.
Papan Pemantauan Khusus adalah papan pencatatan di BEI yang digunakan untuk saham-saham yang memenuhi kriteria tertentu. Kriteria itu dapat berkaitan dengan likuiditas, fundamental, atau ketentuan bursa lainnya. Saham di Papan Pemantauan Khusus biasanya memiliki notasi khusus agar investor menyadari risikonya. Keberadaan papan ini bertujuan memberikan informasi dan perlindungan bagi investor. Ketika aturan FCA diubah, sejumlah saham yang sebelumnya berada di papan tersebut dapat keluar.
Dalam sumber berita yang tersedia, tidak disebutkan daftar lengkap 92 saham yang keluar dari Papan Pemantauan Khusus. Tidak ada pula rincian mengenai emiten mana saja yang terdampak, alasan spesifik masing-masing saham, maupun jadwal efektif perubahan aturan. CNN Indonesia hanya melaporkan judul dan waktu publikasi tanpa memuat kutipan pejabat BEI. Keterbatasan informasi membuat artikel ini tidak dapat memuat pernyataan resmi atau data tambahan di luar sumber.
Perubahan aturan di pasar modal biasanya menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi likuiditas, harga, dan minat investasi. Pelaku pasar sering mencermati aturan FCA karena mekanisme ini dapat memengaruhi volume dan frekuensi transaksi. Namun, dampak spesifik dari perubahan aturan FCA kali ini belum dapat dijelaskan lebih jauh karena keterbatasan informasi dalam sumber berita. Pasar masih menunggu penjelasan resmi dari BEI.
Dengan keluarnya 92 saham dari Papan Pemantauan Khusus, komposisi saham di papan tersebut berubah. Perkembangan berikutnya bergantung pada pengumuman resmi BEI dan dampak kebijakan terhadap perdagangan saham. CNN Indonesia melaporkan peristiwa ini pada 28 September 2026, dan hingga berita diturunkan tidak ada detail tambahan yang dipublikasikan. Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia dan tidak menambahkan fakta di luar sumber.




