Harga daging ayam di Purwokerto dan Cilacap, Jawa Tengah, dilaporkan tembus Rp42 ribu per kilogram. Kenaikan harga komoditas pangan ini dinilai menjadi salah satu faktor pendorong inflasi di dua daerah tersebut.
Kenaikan harga daging ayam terjadi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan dari peternak relatif stabil. Faktor lain yang memengaruhi adalah naiknya harga pakan ternak yang membebani biaya produksi peternak.
Inflasi sendiri merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode tertentu. Ketika harga daging ayam naik, dampaknya langsung terasa pada belanja harian masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada protein hewani.
Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat mengambil langkah stabilisasi harga, misalnya dengan menggelar operasi pasar atau berkoordinasi dengan peternak untuk memastikan pasokan tetap lancar. Intervensi ini penting agar harga tidak terus meroket dan memicu inflasi lebih lanjut.
Masyarakat pun diimbau untuk menyesuaikan pola belanja dan tidak panik dalam menghadapi kenaikan harga. Sementara itu, pengamat ekonomi menilai bahwa pemerintah pusat juga perlu memperhatikan rantai distribusi pangan agar harga di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai rencana penanganan kenaikan harga daging ayam di Purwokerto dan Cilacap. Namun, diharapkan langkah konkret segera diambil untuk mengendalikan inflasi.




