Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa guru yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya harus dijatuhi hukuman tegas agar menimbulkan efek jera. Sikap itu disampaikannya menanggapi kabar dugaan pelecehan oleh oknum guru yang viral di media sosial Threads. Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di Balai Kota, Jakarta, pada Rabu (7/10/2026).
“Saya sudah meminta untuk diberikan sanksi sekeras-kerasnya, setegas-tegasnya, dan tidak diberikan kesempatan kepada yang bersangkutan menjadi pendidik,” kata Pramono. Ia menilai perbuatan yang terjadi di SMKN 27 Jakarta itu telah mencoreng martabat profesi pendidik. “Apa yang dilakukan di SMKN 27 itu betul-betul menciderai marwah dari pendidik sendiri. Maka dalam hal ini, Pemerintah DKI Jakarta mendukung sepenuhnya tindakan sekeras-kerasnya,” sambungnya.
Pramono juga menyebut Dinas Pendidikan tidak boleh lagi memberikan ruang kepada pelaku setelah tindakan tersebut. “Langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan, yakni tidak memberikan ruang apa pun kepada yang bersangkutan menjadi pendidik di Jakarta,” jelas dia. Menurutnya, perilaku oknum guru itu telah merusak kepercayaan publik terhadap tenaga pendidik yang seharusnya memberi contoh baik kepada muridnya.
“Itu sudah betul-betul mencederai kredibilitas publik kepada guru-guru. Dengan demikian, tidak bisa lagi menjadi pendidik di Jakarta. Maka saya minta untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Pramono. Permintaan itu menegaskan posisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendukung penanganan kasus secara hukum sekaligus menutup kemungkinan pelaku kembali mengajar.
Kasus ini bermula dari unggahan viral yang diposting salah satu netizen di Threads. Warganet itu mengaku pernah menjadi siswa SMP yang diajar oleh guru bersangkutan. Ia menyebut guru tersebut merupakan guru seni budaya yang memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak hafal materi pelajaran, seperti suling dan pianika.
Dalam unggahan itu, ia juga mengaku pernah dicubit hingga mengalami luka dan lebam keunguan. “Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan,” tulisnya dalam utas Threads milik @nrfsyahab. Menurut keterangannya, tindakan tersebut dilakukan kepada siswa laki-laki maupun perempuan dengan bagian tubuh yang berbeda.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan itu pula, guru tersebut disebut kembali melakukan aksinya setelah kembali mengajar usai dimutasi ke SMKN 27 Jakarta. Sorotan publik terhadap kasus ini menyoroti pentingnya lingkungan sekolah yang aman bagi siswa, sekaligus menempatkan pengawasan terhadap tenaga pendidik sebagai perhatian bersama. Pemerintah DKI Jakarta menyatakan mendukung proses hukum atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum guru tersebut.




