PATIKRAJA — Panitia Peringatan HUT Ke-20 Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Banyumas bersama Dewan Juri menuntaskan penilaian sejumlah lomba dan konten kreatif di Kantor dan Aula Korwilcam Dindik Patikraja, (06/10/2026). Penilaian itu menjadi salah satu tahapan penting menuju puncak perayaan dua dekade perjalanan IPI dengan mengusung semangat “20 Dekade IPI: Penilik Cerdas, Pendidikan Berkualitas.”
Beragam karya peserta menjadi perhatian tim penilai, mulai dari Lomba Cipta Lagu Anak hingga Lomba Senam Anak Indonesia Hebat. Berbeda dengan perlombaan yang menghadirkan peserta secara langsung, proses penilaian kali ini dilakukan melalui pengamatan terhadap video yang telah dikirimkan peserta melalui tautan yang dibagikan panitia saat proses pendaftaran.
Sebelum penilaian dimulai, panitia bersama Dewan Juri menggelar diskusi untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme, kriteria, serta aspek-aspek yang harus menjadi perhatian dalam memberikan penilaian. Langkah tersebut dilakukan agar proses penilaian berlangsung objektif, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Penilaian harus dilakukan dengan persepsi yang sama. Kami ingin setiap karya peserta mendapatkan kesempatan yang adil untuk dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan,” ujar salah seorang panitia.
Diskusi awal dinilai penting karena setiap karya peserta tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya, tetapi juga dari kreativitas, kesesuaian dengan karakteristik anak, pesan yang disampaikan, serta kemampuan peserta menghadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan melalui karya yang mereka tampilkan. Satu demi satu video peserta kemudian diamati oleh Dewan Juri. Layar menjadi saksi bagaimana lagu-lagu anak, gerak dan irama senam, serta kreativitas para peserta hadir dalam bentuk rekaman yang dikirimkan dari berbagai kecamatan yang ada di Kab. Banyumas.
Di balik video yang berdurasi singkat itu, tersimpan proses panjang. Ada latihan, pengulangan gerakan, keberanian tampil, kreativitas pendidik, hingga kegembiraan anak-anak yang menjadi roh utama dalam Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Senam Anak Indonesia Hebat. “Yang kami lihat bukan semata-mata hasil rekaman, tetapi bagaimana kreativitas dan semangat pendidikan anak usia dini tercermin dalam karya tersebut,” kata salah seorang anggota Dewan Juri.
Tidak berhenti pada dua lomba tersebut, pada kesempatan yang sama Tim Penilai juga melakukan penilaian konten video “Ucapan Selamat HUT Ke-20 IPI”. Konten tersebut diunggah melalui akun media sosial Instagram (IG) peserta yang dikolaborasikan dengan akun IG IPI Banyumas dengan tagline “20 Dekade IPI: Penilik Cerdas, Pendidikan Berkualitas.” Penilaian konten media sosial itu menjadi warna tersendiri dalam rangkaian HUT ke-20 IPI Kabupaten Banyumas. Media sosial tidak sekadar digunakan sebagai ruang publikasi, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan apresiasi, kreativitas, dan semangat kebersamaan insan pendidikan dalam memperingati perjalanan dua dekade organisasi profesi tersebut. “Momentum HUT Ke-20 IPI ini kami jadikan ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa penilik dan insan pendidikan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tutur Ketua Panitia.
Selain penilaian lomba dan konten media sosial, panitia bersama tim terkait juga melakukan verifikasi berkas calon penerima penghargaan “IPI Award”. Penghargaan tersebut diperuntukkan bagi Pendidik PAUD Nonformal, Pengelola PKBM, dan Pengelola Lembaga Kursus yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan pendidikan nonformal di Kab. Banyumas.
Rangkaian kegiatan di Korwilcam Dindik Patikraja itu akhirnya tidak sekadar menjadi agenda administratif menjelang perayaan HUT Ke-20 IPI. Lebih dari itu, proses penilaian menjadi ruang untuk memberi apresiasi kepada mereka yang terus menyalakan kreativitas, mengabdi di jalur pendidikan nonformal, dan menghadirkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Dua dekade IPI pun diharapkan tidak hanya menjadi catatan usia organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat “penilik cerdas, pendidikan berkualitas”.




