• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Tuesday, November 3, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Guru SDN 1 Besuki Didorong Manfaatkan Data Asesmen untuk Perkuat Literasi Numerasi

by reporter
October 3, 2026
in Daerah
0

Lumbir, Info Banyumas — SDN 1 Besuki, Korwilcam Dindik Lumbir, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi Numerasi melalui BOS Kinerja Tahun 2026 pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Lilies Putri Rakhmawati, S.Pd.SD., M.Pd., fasilitator daerah dari BBPMP Jawa Tengah, sebagai narasumber, dan dihadiri Kepala SDN 1 Besuki Nurkhayati Fatimah, S.Pd.SD., serta Korwilcam Dindik Lumbir Arifin Nur Hayadi, S.Pd., M.Pd. Bimtek dirancang tidak hanya memberikan penguatan konsep, tetapi juga mengajak peserta menganalisis data, berdiskusi, menyusun perencanaan pembelajaran, hingga merancang tindak lanjut berdasarkan hasil asesmen.

Dalam sambutan pembukaannya selaku panitia penyelenggara, Nurkhayati Fatimah berharap hasil pelatihan dapat berlanjut di ruang kelas. “Bimtek ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Apa yang diperoleh guru dapat diterapkan dalam pembelajaran dan kemudian dibagikan kepada guru lainnya melalui komunitas belajar di sekolah,” kata Nurkhayati Fatimah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah dan Korwilcam Dindik Lumbir.

Memasuki kegiatan inti, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep serta strategi pengembangan literasi dan numerasi dalam pembelajaran. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas kelompok dan pengerjaan lembar kerja. Salah satu materi awal adalah analisis hasil capaian literasi dan numerasi satuan pendidikan. Dalam sesi tersebut, peserta melakukan eksplorasi data Rapor Pendidikan, curah pendapat, diskusi, presentasi, serta mendapatkan umpan balik. Hasil analisis kemudian dituangkan dalam lembar kerja yang diunggah melalui platform ORBIT.

Materi berikutnya berupa penguatan konsep dan strategi penguatan literasi numerasi. Peserta mengikuti gim interaktif, eksplorasi, diskusi kelompok, refleksi, serta penguatan materi dari fasilitator. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada guru untuk melihat bahwa literasi dan numerasi dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Penguatannya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca atau berhitung, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi kehidupan sehari-hari.

Bimtek juga mengaitkan literasi numerasi dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Peserta mengikuti sesi analisis kerangka dan capaian asesmen TKA yang dilanjutkan dengan eksplorasi materi, workshop penyusunan dan perencanaan pembelajaran, serta gallery walk dan umpan balik. Melalui kegiatan itu, guru diajak memahami hubungan antara capaian pembelajaran, asesmen, dan perencanaan pembelajaran, sehingga hasil asesmen dapat menjadi pijakan untuk menyusun strategi yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan berlanjut dengan perencanaan tindak lanjut hasil TKA, yang hasilnya dipresentasikan untuk memperoleh masukan dari peserta lain. Salah satu bagian penting dalam rangkaian Bimtek adalah penyusunan rencana implementasi literasi dan numerasi berbasis digitalisasi pembelajaran. Peserta juga mengikuti pretest dan posttest melalui ORBIT sebagai bagian dari evaluasi pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan.

“Penguatan literasi dan numerasi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari. Guru perlu membangun pengalaman belajar yang kontekstual sehingga peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu memahami, menggunakan, dan menerapkan pengetahuan,” ungkap Arifin. Guru juga didorong mengintegrasikan strategi literasi dan numerasi dalam perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran, dengan pemetaan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen sebagai langkah penting. Sekolah merencanakan tindak lanjut berupa pembelajaran remedial, pengayaan, serta kegiatan literasi dan numerasi yang kontekstual, disertai monitoring dan refleksi berkala.

Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan. Kemampuan awal literasi dan numerasi peserta didik yang beragam menuntut strategi pembelajaran berbeda, sementara guru perlu menyediakan waktu untuk menyiapkan bahan ajar dan aktivitas penguatan kedua kompetensi tersebut. Ketersediaan serta pemanfaatan sumber belajar dan media pembelajaran juga masih perlu dikembangkan, dan sebagian guru membutuhkan pendampingan dalam menganalisis hasil asesmen untuk dijadikan dasar tindak lanjut. Hasil Bimtek akan ditindaklanjuti melalui diseminasi kepada guru dalam komunitas belajar sekolah serta pengimbasan kepada sekolah terdekat.

Previous Post

Ekonomi Kabupaten Kudus Diklaim Tumbuh 7,64 Persen, Apa Pendorongnya?

Next Post

Safin Pati Lolos ke Putaran Nasional Piala Soeratin, Bidik Final di IKN

reporter

reporter

Next Post

Safin Pati Lolos ke Putaran Nasional Piala Soeratin, Bidik Final di IKN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.