PURWOKERTO — Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah menggelar konsolidasi organisasi bersama ribuan kader di Purwokerto, Banyumas, pada Senin (14/9/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam penanganan isu sosial keluarga, sekaligus mengevaluasi efektivitas komunikasi antarstruktur organisasi dari tingkat cabang hingga ranting.
Konsolidasi yang bertajuk “Konsolidasi dan Penguatan Organisasi Muslimat NU se-Jawa Tengah” ini menghadirkan jajaran Pimpinan Pusat Muslimat NU serta Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah. Forum strategis yang digelar di ibu kota Kabupaten Banyumas itu berfokus pada evaluasi jalannya komunikasi organisasi di semua jenjang, agar kebijakan dan program dapat berjalan efektif hingga ke akar rumput.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, yang hadir mendampingi pimpinan organisasi, menegaskan pentingnya keterbukaan serta kebersamaan antaranggota. Menurutnya, soliditas internal menjadi fondasi utama keberhasilan gerakan sosial organisasi. “Kalau kadernya solid, komunikasinya baik dan saling percaya, insyaallah organisasi akan semakin kuat dan mampu menjalankan perannya dengan baik,” ujar Lintarti di hadapan peserta konsolidasi pada Senin (14/9/2026).
Ia menambahkan bahwa penguatan komunikasi menjadi kian krusial mengingat kompleksitas persoalan publik saat ini. Keterlibatan aktif Muslimat NU Jawa Tengah sangat dibutuhkan dalam mengawal isu pendidikan, kesehatan keluarga, hingga perlindungan perempuan dan anak. Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan, Muslimat NU memiliki jaringan luas yang menyentuh langsung komunitas terkecil di masyarakat.
Gedung Muslimat NU Purwokerto menjadi saksi komitmen bersama para kader untuk mempererat koordinasi antarstruktur, mulai dari cabang, anak cabang, hingga ranting. Konsolidasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan membawa dampak nyata hingga struktur terbawah di desa-desa. “Peran Muslimat NU sangat dibutuhkan karena memiliki jaringan yang sangat dekat dengan keluarga dan masyarakat,” tambah Lintarti.
Melalui jaringan yang menjangkau unit masyarakat terkecil, organisasi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung program pelayanan publik Pemkab Banyumas. Pemerintah daerah pun mendorong penuh penguatan kolaborasi ini agar penanganan masalah sosial berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah diharapkan mampu menjawab tantangan sosial yang semakin beragam.
Menutup arahannya pada pertemuan tersebut, Wakil Bupati Banyumas mengajak seluruh elemen kader untuk terus mempererat rasa persaudaraan demi kemajuan daerah. “Mayuh pada brayan bareng mbangun Banyumas,” tutur Lintarti, mengajak semua pihak bergotong royong membangun Banyumas. Ajakan ini menjadi penegas bahwa konsolidasi bukan hanya soal struktur, tetapi juga semangat kebersamaan untuk melayani masyarakat.




