Ajibarang – Ratusan murid sekolah dasar dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Ajibarang, Kabupaten Banyumas, beradu kemampuan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Korwilcam Dindik Ajibarang Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Kompleks SDN 1 Kracak pada Rabu, 2 September 2026, ini menjadi ajang seleksi untuk menentukan wakil kecamatan menuju FTBI tingkat Kabupaten Banyumas. Para peserta yang berasal dari kelas I hingga VI ini tidak hanya berlomba meraih gelar juara, tetapi juga menunjukkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra daerah.
Festival ini dirancang sebagai ruang apresiasi dan pengembangan potensi, bakat, minat, serta kreativitas murid dalam bidang bahasa, sastra, dan seni berbasis budaya daerah. Beragam cabang lomba disiapkan, mulai dari macapat, sesorah, geguritan, maca nulis Jawa, cerkak, ndongeng, hingga ndagel ijen. Melalui kegiatan ini, bahasa daerah diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan menjadi identitas generasi muda di tengah perubahan zaman.
Koordinator Korwilcam Dindik Ajibarang sekaligus penanggung jawab kegiatan, Fresti Listiani, S.Pd., AUD, menekankan bahwa semangat berjuang dan proses belajar lebih penting daripada hasil akhir. “Semangat berjuang untuk mengikuti lomba dan yang terpenting adalah proses belajar, juara itu bonus,” ujarnya. Menurutnya, keberanian tampil, pengalaman berlatih, dan kemampuan menghadapi tantangan merupakan bagian penting dari pendidikan yang tidak selalu diperoleh di dalam kelas.
Persaingan ketat terjadi di setiap cabang lomba. Pada cabang Macapat, SDN 3 Kracak meraih juara pertama, disusul SDN 3 Darmakradenan, SDN 2 Pancurendang, SDN Ajibarang Kulon, SDN 1 Sawangan, dan SDN 1 Lesmana. Untuk cabang Sesorah, SDN 3 Darmakradenan keluar sebagai juara pertama, diikuti SDN 1 Ciberung, SDN 1 Tiparkidul, SDN 3 Tiparkidul, SDN Banjarsari, dan SDN 2 Karangbawang. Sementara itu, cabang Geguritan dimenangkan oleh SDN Ajibarang Wetan, kemudian SDN 1 Pancurendang, SDN Banjarsari, SDN 3 Tiparkidul, SDN 1 Kracak, dan SDN 1 Lesmana.
Ketua Panitia FTBI, Daryono, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum pelestarian budaya dan ajang ekspresi bakat minat murid yang dikemas dalam kompetisi prestasi. “FTBI sebagai momentum pelestarian budaya dan ajang ekspresi bakat minat murid yang dikemas dalam kompetisi prestasi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kompetisi menjadi sarana efektif untuk menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan memperoleh apresiasi atas kerja keras peserta, dengan tetap menjunjung semangat persaingan yang sehat.
Cabang lomba lainnya juga menghasilkan pemenang yang akan mewakili Ajibarang. Maca Nulis Jawa dimenangkan SDN 2 Lesmana, disusul SDN 1 Kracak, SDN 3 Kracak, SDN 1 Ciberung, dan SDN Kalibenda. Untuk Cerkak, juara pertama diraih SDN 2 Sawangan, kemudian SDN Ajibarang Kulon, SDN 4 Darmakradenan, SDN 3 Kracak, SDN 1 Kracak, dan SDN 2 Darmakradenan. Cabang Ndongeng menempatkan SDN 2 Ciberung sebagai juara pertama, diikuti SDN 1 Darmakradenan, SDN Ajibarang Wetan, SDN 3 Darmakradenan, SDN 1 Kracak, dan SDN 2 Pancasan. Adapun Ndagel Ijen dimenangkan SDN 1 Darmakradenan, kemudian SDN 2 Sawangan, SDN 2 Kracak, SDN Ajibarang Wetan, SDN 1 Ciberung, dan SDN 3 Darmakradenan.
Lolita Halwa Syabilla, peserta dari SDN 4 Tipar Kidul, mengaku pengalaman mengikuti lomba ini menjadi tantangan tersendiri. “Mengikuti lomba di ajang FTBI menjadi pengalaman mengesankan sekaligus tantangan tersendiri,” tuturnya. Para peserta belajar mengendalikan rasa gugup, berbicara di depan umum, dan mengolah ekspresi setelah melalui proses latihan. Kini, para juara membawa misi untuk melangkah ke FTBI tingkat Kabupaten Banyumas 2026, membawa nama Ajibarang sekaligus semangat menjaga bahasa, sastra, dan budaya daerah agar tetap hidup dan dibanggakan.




