Warga Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang kerap dilanda banjir, tetap menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan. Salat istisqa merupakan ibadah sunnah yang dilakukan umat Islam untuk meminta hujan kepada Allah SWT, biasanya dilaksanakan ketika musim kemarau berkepanjangan atau saat air mulai sulit didapat.
Meskipun daerah mereka sering kebanjiran, warga Genuk tetap melaksanakan salat istisqa dengan harapan hujan yang turun membawa berkah, bukan bencana. Mereka berharap hujan dapat mengairi sawah, mengisi waduk, dan mengatasi kekeringan yang mungkin terjadi di sebagian wilayah lain, sementara Genuk sendiri justru berharap air tidak meluap hingga membanjiri permukiman.
Salat istisqa biasanya dilakukan secara berjamaah di lapangan terbuka atau tanah lapang. Warga Genuk berkumpul untuk melaksanakan ibadah tersebut sebagai wujud kepasrahan dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pelaksanaannya, mereka membaca doa bersama dan khusyuk memohon agar hujan segera turun secara merata dan bermanfaat.
Kecamatan Genuk merupakan salah satu daerah di Semarang yang rawan banjir, terutama saat musim hujan. Letaknya yang berada di kawasan pesisir utara Jawa membuat Genuk rentan terhadap rob dan luapan sungai. Meski demikian, warga tidak putus asa dan tetap memohon hujan dengan keyakinan bahwa hujan adalah rahmat yang harus disyukuri dan dijaga keseimbangannya.
Kegiatan ini menunjukkan kearifan lokal dan keimanan masyarakat dalam menghadapi fenomena alam. Mereka percaya bahwa doa bersama dapat membawa keberkahan dan perlindungan dari bencana. Selain itu, salat istisqa juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga yang memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi lingkungan yang penuh tantangan.
Belum ada keterangan resmi mengenai waktu dan tempat pelaksanaan salat istisqa tersebut, serta jumlah jamaah yang hadir. Namun, semangat warga Genuk untuk tetap beribadah dan berdoa di tengah kondisi yang sulit patut diapresiasi. Pemerintah setempat diharapkan terus memberikan dukungan, baik secara spiritual maupun infrastruktur, agar warga dapat terhindar dari bencana banjir dan tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Semoga hujan yang turun nantinya membawa manfaat bagi seluruh warga Genuk dan sekitarnya, serta tidak menimbulkan bencana baru. Ke depan, diharapkan ada penanganan banjir yang lebih serius dari pemerintah kota, seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan pengendalian rob, sehingga warga tidak perlu khawatir ketika musim hujan tiba.



