Ledakan populasi hama tikus mengancam areal persawahan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Menyikapi kondisi tersebut, para petani bersama Dinas Pertanian setempat menggelar aksi cepat untuk membendung serangan hama yang dapat menggagalkan panen. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya keluhan petani terkait kerusakan tanaman padi akibat serangan tikus yang masif.
Aksi cepat tersebut dilakukan di sejumlah titik sawah yang menjadi pusat serangan hama tikus. Petani dan petugas dinas bahu-membahu melakukan pengendalian secara terpadu, mulai dari pemasangan perangkap, pengasapan lubang tikus, hingga gerakan gropyokan bersama. Koordinasi antara petani dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menekan laju populasi tikus yang dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan hama tikus biasanya terjadi saat musim tanam atau menjelang panen, ketika populasi tikus melonjak akibat ketersediaan makanan yang melimpah. Di Rembang yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian padi, ledakan hama ini berpotensi menyebabkan gagal panen jika tidak segera ditangani. Para petani mengaku khawatir kehilangan hasil panen yang telah mereka rawat selama berbulan-bulan.
Kepala Dinas Pertanian Rembang melalui keterangannya menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mendampingi petani di lapangan.

