Kabupaten Banyumas mencatat lonjakan drastis jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari sekitar 90 ribu unit pada tahun 2024 menjadi lebih dari 230 ribu unit pada periode terkini. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peran aktif ribuan ibu rumah tangga yang menggeluti sektor kuliner rumahan, menurut data Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengapresiasi tingginya semangat berwirausaha masyarakat lokal, khususnya perempuan. Ia menilai ibu rumah tangga memegang peranan krusial sebagai motor penggerak utama pertumbuhan tersebut. “Jika kita melihat data, pada tahun 2024 tercatat ada sekitar 90 ribu lebih unit UMKM di wilayah kita. Di tahun berikutnya angkanya melonjak tajam menjadi lebih dari 230 ribu unit UMKM,” ujar Sadewo saat membuka Pelatihan Vokasi Kuliner PNM di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (4/8).
Meski grafik pertumbuhan menunjukkan angka positif, Pemkab Banyumas tetap menyoroti kendala klasik yang dihadapi pelaku usaha prasejahtera. Banyak warga masih membutuhkan kemudahan akses permodalan, peningkatan keterampilan, serta pendampingan berkelanjutan untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.
Guna mengatasi kendala tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan bantuan pembiayaan dan pelatihan bagi para nasabah Mekaar. Langkah ini bertujuan agar bisnis rumahan mampu bersaing di pasar modern. Pemimpin PNM Cabang Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah Banyumas. “Hari ini kami mengundang 150 ibu-ibu pengusaha kuliner yang merupakan mitra binaan kami. Melalui pelatihan ini PNM menghadirkan ruang belajar yang mampu membantu para ibu-ibu mekar untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat pemasaran,” tutur Rohmat.
Rohmat menambahkan bahwa akumulasi penyaluran pembiayaan PNM di Kabupaten Banyumas telah mencapai Rp 973 miliar dengan total pembinaan atas 125.971 nasabah. Angka ini menunjukkan besarnya dukungan finansial dan pendampingan yang telah diberikan kepada pelaku UMKM di daerah tersebut.
Bupati Sadewo menegaskan pentingnya penguasaan literasi digital bagi para pelaku usaha rumahan. Menurutnya, kualitas produk yang baik harus berbanding lurus dengan kemampuan promosi di media sosial. “Hal ini sangat penting, karena di era digital saat ini, kualitas produk harus diiringi dengan kemampuan memasarkan produk secara kreatif dan efektif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” tegas Sadewo.
Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pembiayaan seperti PNM diharapkan mampu menjaga tren positif UMKM Banyumas. Pelatihan berkala, seperti inovasi pengolahan kuliner dan strategi pemasaran digital, menjadi kunci utama agar pelaku usaha lokal sukses naik kelas secara berkelanjutan.

