• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Sunday, September 20, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Aliansi Peternak Pekalongan Tuntut Penurunan Harga Pakan Ternak

by reporter
August 10, 2026
in Daerah
0

Aliansi Peternak Pekalongan, yang mewakili para peternak ayam, sapi, dan kambing di wilayah tersebut, secara resmi menuntut pemerintah untuk menurunkan harga pakan ternak yang dinilai sudah tidak terjangkau. Tuntutan ini muncul di tengah melambungnya harga bahan baku pakan, seperti jagung dan bungkil kedelai, yang memicu kenaikan biaya produksi hingga 30 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Para peternak mengeluhkan bahwa harga pakan saat ini mencapai Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp 5.000–Rp 6.000. Akibatnya, margin keuntungan mereka tergerus dan banyak peternak skala kecil terancam gulung tikar. “Kami sudah tidak mampu bertahan. Setiap hari kami rugi karena biaya pakan lebih besar dari pendapatan,” ujar salah satu perwakilan aliansi, yang enggan disebutkan namanya.

Pekalongan merupakan salah satu sentra peternakan di Jawa Tengah, dengan ribuan peternak yang menggantungkan hidup pada sektor ini. Kenaikan harga pakan tidak hanya berdampak pada pendapatan peternak, tetapi juga berpotensi menaikkan harga daging dan telur di pasaran. Aliansi meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menstabilkan harga pakan, misalnya melalui operasi pasar atau subsidi langsung.

Selain itu, mereka mendesak Kementerian Pertanian untuk meninjau ulang kebijakan impor jagung yang dinilai tidak efektif. “Impor jagung memang dilakukan, tetapi harganya tetap tinggi karena distribusi tidak lancar. Kami minta ada pengawasan ketat agar harga pakan bisa turun,” tambah perwakilan aliansi. Mereka juga berharap pemerintah memberikan bantuan modal atau kredit lunak bagi peternak yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Peternakan Kabupaten Pekalongan maupun pemerintah provinsi. Namun, aliansi berencana menggelar aksi damai di depan kantor bupati jika tuntutan mereka tidak direspons dalam waktu dekat. Situasi ini menambah daftar panjang persoalan di sektor peternakan nasional yang kerap dihadapkan pada fluktuasi harga pakan dan ketidakstabilan pasar.

Para pengamat ekonomi pertanian menilai bahwa kenaikan harga pakan dipicu oleh faktor global, seperti kenaikan harga komoditas pangan dunia dan gangguan rantai pasok akibat cuaca ekstrem. Namun, mereka menekankan bahwa pemerintah perlu memiliki strategi jangka panjang, seperti diversifikasi sumber pakan lokal dan penguatan industri pakan dalam negeri, agar peternak tidak terus-terusan tertekan oleh harga impor.

Previous Post

Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Periksa 24 Saksi

Next Post

Pemkab Banyumas Ganti Kendaraan Dinas Kades dan Penilik Sekolah dengan Motor Listrik

reporter

reporter

Next Post

Pemkab Banyumas Ganti Kendaraan Dinas Kades dan Penilik Sekolah dengan Motor Listrik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Winaura Unlocks Your Luckiest Boost Ever

September 20, 2026

Liraspin Casino Bonus Freispiele Anlocken Clever Nutzen

September 20, 2026

Herní výhody Gamdom odemkneš za pár kliků

September 20, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.