Penembakan yang melukai dua warga sipil terjadi di tengah perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.45 WIT. Insiden tersebut memaksa pihak kepolisian bersama aparat gabungan mengamankan lokasi dan menghentikan sementara festival demi keamanan serta kelancaran penyelidikan.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, membenarkan adanya aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil. “Benar kejadiannya memang tadi sekitar pukul 12.45 WIT terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil. Saat ini lokasi FBLB kami dari aparat gabungan telah mengamankan,” ujarnya dikutip dari Antara.
Penembakan dilakukan dari arah depan gapura pintu masuk kawasan festival. Pelaku diduga berasal dari Kali Uwe. Pihak keamanan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mempersempit ruang gerak pelaku. “Kita sudah melakukan penyisiran, kita juga bekerja sama dengan TNI termasuk satuan-satuan tugas, dibantu juga dari office defence cooperation, ODC. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi,” kata Kapolres.
Kedua korban yang terluka adalah Laode Muhammad Ojo (43) yang diduga terkena tembakan di lutut kanan, dan Salbia (50) yang diduga terkena tembakan di paha kanan serta punggung tangan kanan. Mereka sempat mendapat penanganan medis awal di Puskesmas Walesi sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Kapolres memastikan kondisi kedua korban saat ini dalam keadaan baik.
Meski situasi di sekitar lokasi disebut masih kondusif, pihak kepolisian menyarankan agar pelaksanaan FBLB dihentikan demi keselamatan masyarakat dan pengunjung. “Kita sudah sarankan ke bupati untuk menghentikan pelaksanaan FBLB setelah terjadinya peristiwa penembakan itu,” ujar Kapolres. Penghentian kegiatan juga bertujuan memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk melakukan penyisiran dan penyelidikan terhadap pelaku.
Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 sebelumnya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, sejak 7 hingga 8 Agustus 2026, di Kampung Walesi. Insiden ini menambah catatan gangguan keamanan di wilayah Papua Pegunungan yang kerap menghadapi tantangan serupa. Aparat gabungan terus berupaya mengidentifikasi dan menangkap pelaku penembakan.




