Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Lumbir mulai melaksanakan penilaian berkas portofolio calon Pramuka Garuda Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (13–14 Oktober 2026), dan dipusatkan di Sanggar Bakti Pramuka Kwarran Lumbir. Sebanyak 462 berkas portofolio harus melalui proses penilaian administrasi, terdiri atas 372 berkas dari golongan Siaga dan 90 berkas dari golongan Penggalang.
Sejak pukul 08.00 WIB pada hari pertama, tim pengembang dan tim penilai mulai melaksanakan tugasnya. Proses penilaian dilakukan secara cermat untuk memastikan setiap berkas memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam tahapan pencapaian Pramuka Garuda. Tim penilai berasal dari unsur pengurus Kwarran Lumbir. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwarran Lumbir, Iguh Widodo, berharap proses penilaian berjalan teliti, objektif, dan sesuai ketentuan.
“Harapannya, para penilai benar-benar teliti dan objektif dalam melaksanakan tugasnya. Sebelumnya, kami juga sudah melaksanakan penyamaan persepsi agar seluruh tim memiliki pemahaman yang sama terhadap aspek-aspek yang dinilai,” ungkap Iguh Widodo. Menurutnya, penyamaan persepsi menjadi bagian penting untuk menjaga keseragaman penilaian sehingga proses pemeriksaan administrasi dapat dilaksanakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah tahapan penilaian portofolio selesai, proses seleksi akan dilanjutkan dengan penilaian kompetensi dan wawancara pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi para calon Pramuka Garuda untuk menunjukkan pengetahuan, keterampilan, sikap, serta pengamalan nilai-nilai kepramukaan yang telah dipelajari.
Sementara itu, Sekretaris Kwarran Lumbir, Sutrisno, mengatakan bahwa kegiatan penilaian calon Pramuka Garuda merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Ia mengapresiasi peningkatan jumlah calon peserta Pramuka Garuda pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, kalau dilihat dari jumlahnya, tahun ini calon Pramuka Garuda lebih banyak dibandingkan tahun kemarin. Ini tentu menjadi hal yang menggembirakan bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Kwarran Lumbir,” ujar Sutrisno.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam proses pencapaian Pramuka Garuda tidak semata-mata diukur dari kelengkapan administrasi atau kelulusan dalam setiap tahapan seleksi. Lebih dari itu, predikat Pramuka Garuda diharapkan mencerminkan kualitas karakter dan kecakapan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. “Harapannya, adik-adik tidak hanya lulus secara administrasi, tetapi juga benar-benar memiliki karakter dan kemampuan sebagai seorang Pramuka sejati. Nilai-nilai kepramukaan harus tercermin dalam perilaku, kedisiplinan, kemandirian, kepedulian, serta tanggung jawab mereka,” tambahnya.
Dengan jumlah calon peserta yang meningkat, Kwarran Lumbir berharap proses seleksi Pramuka Garuda Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan anggota Pramuka yang tidak hanya unggul dalam kecakapan, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tahapan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kwarran Lumbir untuk terus mendorong pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka, sehingga predikat Pramuka Garuda benar-benar menjadi bentuk pengakuan atas pencapaian, keteladanan, dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan.




