Stadion Jatidiri, Semarang, dipenuhi cahaya flashlight dari ribuan suporter PSIS Semarang dalam aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan. Aksi tersebut berlangsung di tribun stadion yang menjadi markas klub berjuluk Mahesa Jenar itu, dengan para pendukung menyalakan lampu ponsel sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Tragedi Kanjuruhan merupakan peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, seusai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. Peristiwa itu menjadi salah satu musibah terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia, dengan ratusan orang meninggal dunia dan banyak lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola di tanah air.
Dalam peringatan kali ini, suporter PSIS memilih cara yang sederhana namun sarat makna, yakni menyalakan flashlight secara serentak di dalam stadion. Cahaya yang memenuhi tribune Jatidiri menjadi simbol penghormatan sekaligus refleksi bersama atas apa yang terjadi empat tahun silam. Aksi semacam ini kerap dilakukan kelompok suporter di berbagai daerah sebagai bentuk solidaritas kepada keluarga korban dan para penyintas.
Stadion Jatidiri sendiri merupakan kandang PSIS Semarang dan menjadi pusat aktivitas para pendukungnya, termasuk dalam momen-momen yang bersifat mengenang. Peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan menunjukkan bahwa isu keselamatan penonton dan pengelolaan kerumunan masih menjadi perhatian kalangan suporter hingga saat ini.
Melalui aksi tersebut, para suporter berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali. Keselamatan penonton, kesiapan panitia, serta pengaturan jalur evakuasi dinilai menjadi hal mendasar yang harus terus diperbaiki dalam setiap penyelenggaraan pertandingan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat.
Hingga berita ini ditulis, aksi peringatan di Stadion Jatidiri berlangsung dengan suasana khidmat. Cahaya flashlight yang menyala serentak di tribun menjadi penanda bahwa empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan, pesan keselamatan dalam sepak bola masih terus disuarakan oleh para pendukung klub di berbagai penjuru Indonesia.




