Dua orang bocah ditemukan tewas di kawasan Banjir Kanal Barat, Semarang, Jawa Tengah. Keduanya sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi bersama teman-temannya di saluran air tersebut. Penemuan jasad kedua korban menutup pencarian yang dilakukan setelah kejadian nahas itu.
Peristiwa ini bermula ketika kedua bocah tersebut mandi bersama sejumlah teman di Banjir Kanal Barat. Dalam aktivitas itu, keduanya kemudian hilang dan tidak kembali ke daratan. Kehilangan dua anak itu memicu pencarian di sekitar lokasi, hingga akhirnya keduanya ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
Banjir Kanal Barat merupakan salah satu saluran air utama yang membelah Kota Semarang. Saluran ini berfungsi mengendalikan aliran air dari wilayah selatan kota menuju laut, sekaligus menjadi bagian dari sistem penanganan banjir di kawasan tersebut. Sepanjang alirannya, kawasan ini kerap menjadi lokasi aktivitas warga, termasuk anak-anak yang bermain atau mandi di air.
Kejadian ini menambah daftar peristiwa serupa di sejumlah saluran air dan sungai di berbagai daerah. Arus yang deras, kedalaman air yang tidak terduga, serta kondisi dasar saluran yang licin menjadi sejumlah faktor yang membuat aktivitas mandi atau berenang di saluran air terbuka berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang yang memadai.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kronologi lengkap peristiwa maupun identitas kedua korban. Informasi yang dihimpun masih terbatas pada kejadian hilangnya kedua bocah saat mandi bersama teman dan penemuan jasad mereka di Banjir Kanal Barat, Semarang.
Kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua dan warga untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, khususnya saat berada di dekat saluran air, sungai, atau kanal. Pengawasan ketat diperlukan mengingat arus dan kondisi air yang dapat berubah dengan cepat, terutama pada saluran yang menampung aliran air dalam volume besar seperti Banjir Kanal Barat.




